Seiring perubahan konsep pengasuhan dalam keluarga, semakin banyak ayah yang terlibat dalam merawat anak dan menjadi pengasuh penting di dalam keluarga. Setelah Kementerian Tenaga Kerja tahun ini meluncurkan sistem cuti pengasuhan anak fleksibel yang dapat diajukan berdasarkan hari, jumlah pemohon terus meningkat. Statistik terbaru menunjukkan bahwa untuk pertama kalinya, persentase pemohon laki-laki melampaui perempuan, mencerminkan bahwa pola pengasuhan bersama oleh kedua orang tua semakin menjadi tren baru di keluarga Taiwan.
Hingga akhir Mei tahun ini, jumlah pemohon cuti pengasuhan anak fleksibel secara kumulatif mendekati 12.000 orang, dengan lebih dari 24.000 pengajuan. Hal ini tidak hanya menunjukkan efektivitas kebijakan tersebut, tetapi juga memperlihatkan semakin banyak ayah yang bersedia terlibat langsung dalam proses tumbuh kembang anak.
Kartu pengingat pengasuhan anak menggunakan berbagai situasi pada setiap tahap pertumbuhan anak untuk mendorong para ayah berpartisipasi aktif dalam pengasuhan dan berbagi tanggung jawab bersama ibu. (Foto / Disediakan oleh Mama & Baby)
Hampir 12.000 Orang Mengajukan Permohonan, Menyumbang Lebih dari Seperempat dari Seluruh Cuti Pengasuhan Anak
Menurut statistik Kementerian Tenaga Kerja, hingga akhir Mei tahun ini jumlah kumulatif pemohon cuti pengasuhan anak fleksibel mencapai 11.950 orang, setara dengan 26,1% dari seluruh pemohon cuti pengasuhan anak. Dari sisi jumlah pengajuan, totalnya mencapai 24.624 kali atau 40,9% dari seluruh pengajuan cuti pengasuhan anak.
Karena sistem fleksibel memungkinkan pekerja mengajukan cuti beberapa kali sesuai kebutuhan, banyak orang tua mengatur hari cuti berdasarkan kondisi keluarga mereka. Hal ini menyebabkan jumlah pengajuan meningkat lebih cepat dibandingkan jumlah pemohon. Kementerian Tenaga Kerja menilai data tersebut menunjukkan adanya kebutuhan nyata terhadap sistem cuti fleksibel dan jumlah pemohon diperkirakan masih akan terus bertambah seiring penyempurnaan kebijakan.
Pola pembagian peran keluarga yang sebelumnya menempatkan ibu sebagai pengasuh utama kini secara bertahap berubah, dengan semakin banyak ayah yang mengambil cuti pengasuhan anak untuk terlibat langsung dalam membesarkan anak. (Foto / Disediakan oleh Mama & Baby)
Persentase Pemohon Laki-Laki Melampaui Perempuan untuk Pertama Kalinya
Perubahan yang paling mendapat perhatian dalam statistik kali ini adalah untuk pertama kalinya persentase pemohon laki-laki melampaui perempuan. Kementerian Tenaga Kerja menyebutkan bahwa pada bulan Mei, persentase laki-laki yang mengajukan cuti pengasuhan anak fleksibel mencapai 50,3%, lebih tinggi dibanding perempuan yang sebesar 49,7%. Secara kumulatif, persentase laki-laki juga meningkat menjadi 48,4%, sementara perempuan 51,6%, sehingga selisih keduanya semakin kecil.
Perubahan ini menunjukkan bahwa pola pembagian peran keluarga yang sebelumnya menempatkan ibu sebagai pengasuh utama kini mulai berubah. Semakin banyak ayah yang memanfaatkan cuti pengasuhan anak untuk berpartisipasi dalam merawat dan mendampingi tumbuh kembang anak, tidak lagi hanya berperan sebagai pencari nafkah keluarga.
Artikel ini digunakan atas izin dari Mama & Baby.