按下ENTER到主內容區
:::

Tren Sewa Tas Mewah Berkembang Seiring Perubahan Pola Konsumsi Generasi Muda

Pasar penyewaan barang mewah semakin berkembang(Foto envato/antonytrivet)
Pasar penyewaan barang mewah semakin berkembang(Foto envato/antonytrivet)

Layanan penyewaan barang mewah semakin mendapat perhatian di berbagai negara. Salah satu contoh yang menarik perhatian adalah program penyewaan tas premium dari Vivrelle yang memungkinkan anggotanya menggunakan tas-tas eksklusif dari Hermès dengan sistem berlangganan bulanan.

Melalui layanan bernama Privée, anggota tertentu dapat mengakses koleksi tas Birkin, Kelly, dan Constance dengan biaya sekitar 800 dollar AS atau setara kurang lebih Rp13 juta per bulan. Skema ini menawarkan kesempatan menggunakan produk mewah tanpa harus membeli secara permanen.

Pendiri sekaligus CEO Vivrelle, Blake Geffen, menilai tren tersebut mencerminkan perubahan perilaku konsumen modern. Menurutnya, banyak orang kini lebih mengutamakan kemudahan mengakses produk premium dibandingkan memiliki barang tersebut dalam jangka panjang.

Dalam sistem yang diterapkan, pelanggan dapat menggunakan satu tas selama sekitar 30 hari, lalu memilih untuk memperpanjang masa penggunaan atau menukarnya dengan model lain. Fleksibilitas ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi konsumen yang ingin mencoba berbagai produk fesyen kelas atas.

Selain faktor praktis, tas Birkin selama ini dikenal memiliki tingkat eksklusivitas yang tinggi. Ketersediaannya yang terbatas dan proses pembelian yang tidak selalu mudah membuat sebagian penggemar fesyen mencari alternatif lain untuk menikmati pengalaman menggunakan produk tersebut.

Pengamat industri menilai pertumbuhan layanan penyewaan barang mewah sejalan dengan meningkatnya popularitas ekonomi berbasis akses atau subscription economy. Bagi sebagian konsumen, pengalaman menggunakan produk eksklusif kini dianggap sama pentingnya dengan kepemilikan barang itu sendiri.

Berita Populer

回到頁首
Loading