Banyak orang tahu bahwa begadang tidak baik untuk kesehatan, tetapi sebenarnya tidur terlalu banyak juga dapat meningkatkan risiko kematian. Dokter spesialis hati, kantung empedu, dan saluran pencernaan menyatakan bahwa tidur berlebihan seperti baterai yang rusak-tidak peduli seberapa banyak diisi ulang, tetap tidak kembali seperti semula. Penelitian menunjukkan bahwa tidur lebih dari 9 jam dapat meningkatkan risiko kematian hingga 30%.
Sebaliknya, tidur terlalu sedikit diibaratkan seperti ponsel yang terlalu panas namun tidak dimatikan, terus digunakan hingga cepat rusak. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari 6 jam memiliki risiko kematian meningkat sebesar 12%, sedangkan mereka yang tidur lebih dari 9 jam memiliki risiko meningkat sebesar 30%. Penelitian ini menganalisis data dari 1,38 juta orang dan dilakukan selama 4 hingga 25 tahun.
Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 5 jam memiliki risiko terkena kanker hati dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidur 7&ndash8 jam. Sementara itu, orang yang tidur lebih dari 9 jam memiliki risiko meningkat 1,6 kali lipat, dan mereka yang tidur siang lebih dari 1 jam per hari memiliki risiko meningkat 1,5 kali lipat. Hal ini menunjukkan bahwa tidur terlalu sedikit atau terlalu banyak dapat merusak kesehatan hati, dan tidur siang yang berlebihan mungkin mencerminkan kualitas tidur malam yang buruk.
Jika dibandingkan dengan durasi tidur, tidur secara teratur jauh lebih penting.
Tidur yang teratur membantu menjaga kestabilan jam biologis tubuh, yang berdampak pada sekresi hormon (seperti kortisol dan melatonin), metabolisme, sistem kekebalan tubuh, dan gen yang menekan pertumbuhan tumor. Sebaliknya, tidur yang tidak teratur dapat meningkatkan tekanan darah, indikator peradangan, dan memperburuk respons tubuh terhadap insulin.