按下ENTER到主內容區
:::

Sering Merasa Lelah? Dokter Ungkap 3 Penyebab Utama-Jangan Abaikan Sinyal Peringatan dari Tubuh Anda!

Kelelahan, keletihan, dan burnout adalah keluhan umum di kalangan masyarakat modern. (Gambar/sumber: Heho Health)
Kelelahan, keletihan, dan burnout adalah keluhan umum di kalangan masyarakat modern. (Gambar/sumber: Heho Health)

Di masyarakat modern yang serba cepat, banyak orang merasa lelah terus-menerus dan khawatir apakah itu pertanda adanya masalah kesehatan yang serius. Menurut dokter, rasa lelah merupakan mekanisme perlindungan alami tubuh. Ketika stres terlalu berat atau kondisi fisik menurun, tubuh akan mengirimkan sinyal berupa rasa lelah. Namun, bila rasa lelah berlangsung lama dan tidak membaik meski sudah beristirahat, kemungkinan besar berkaitan dengan penyakit atau gaya hidup yang kurang sehat, sehingga disarankan untuk memeriksakan diri lebih lanjut guna menemukan penyebab utamanya.

🩺 Tiga Penyebab Umum Kelelahan Kronis

Menurut statistik dari poliklinik kedokteran keluarga, sekitar 20% pasien datang dengan keluhan utama berupa lelah dan lemas. Dokter biasanya akan melakukan wawancara riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, dan tes darah untuk mengevaluasi kondisi kesehatan pasien. Berikut adalah tiga penyebab utama yang sering ditemukan:

✦ 1. Penyakit Fisik

  • Infeksi akut dan kronis: Seperti flu, infeksi saluran pencernaan, TBC, atau endokarditis dapat menyebabkan rasa lelah berkepanjangan.
  • Gangguan hormon: Hipertiroidisme, hipotiroidisme, diabetes, hingga insufisiensi adrenal bisa menurunkan energi tubuh secara signifikan.
  • Sleep apnea: Henti napas saat tidur menyebabkan kurangnya oksigen, sehingga tidur tidak nyenyak dan tubuh lemas di siang hari.
  • Chronic Fatigue Syndrome: Penyakit langka yang diyakini berkaitan dengan gangguan sistem imun dan sistem saraf otonom.
  • Kanker: Sel kanker menguras nutrisi tubuh, menyebabkan kelelahan terus-menerus dan penurunan berat badan.
  • Penyakit autoimun: Seperti lupus atau rheumatoid arthritis yang menyebabkan peradangan kronis dan rasa lelah terus-menerus.
  • Hepatitis B: Penderita dengan kondisi hati aktif dapat merasa sangat lelah&mdashperlu evaluasi fungsi hati.
  • Gagal ginjal: Menyebabkan penumpukan racun dalam tubuh yang memicu kelelahan dan komplikasi lain.
  • Anemia (khususnya defisiensi zat besi): Terutama pada wanita, dapat menyebabkan lelah, pelupa, dan reaksi tubuh melambat.

Anemia karena kekurangan zat besi juga bisa menyebabkan kelelahan. (Gambar/sumber: Heho Health)Anemia karena kekurangan zat besi juga bisa menyebabkan kelelahan. (Gambar/sumber: Heho Health)

✦ 2. Faktor Psikologis

Jika tidak ditemukan penyebab fisik, kemungkinan besar kelelahan berasal dari tekanan psikologis. Penelitian menunjukkan sekitar 50% penderita kelelahan kronis berkaitan dengan depresi, kecemasan, atau gangguan adaptasi.

Tanda-tanda umum:

  • Mood buruk, cemas: Kehilangan minat, merasa tidak bersemangat.
  • Fungsi harian menurun: Sulit bekerja, bersosialisasi, atau merawat diri.
  • Fungsi kognitif terganggu: Mudah lupa, sulit fokus, kemampuan mengambil keputusan menurun.
  • Dorongan biologis menurun: Nafsu makan rendah, kualitas tidur buruk, tidak tertarik lagi pada hobi.

Jika kondisi ini mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasikan ke profesional, baik konseling psikologi maupun pengobatan bila diperlukan. 

✦ 3. Gaya Hidup

  • Terlalu banyak bekerja & stres: Lembur terus-menerus, kurang tidur, dan jarang istirahat bisa menguras energi tubuh.
  • Pola makan buruk: Diet ekstrem, konsumsi makanan olahan berlebihan menyebabkan tubuh kekurangan energi dan zat gizi penting.
  • Kebiasaan tidur buruk: Terlalu banyak kopi, alkohol, atau tidur tidak teratur mengganggu kualitas istirahat.
  • Kurang olahraga: Jantung dan paru menjadi lemah, sirkulasi darah menurun, tubuh lebih mudah lelah.

Pada sebagian orang, kelelahan dapat disebabkan oleh peradangan hati. (Gambar/sumber: Heho Health)Pada sebagian orang, kelelahan dapat disebabkan oleh peradangan hati. (Gambar/sumber: Heho Health)

💡 Cara Mengatasi Kelelahan Jangka Panjang

  • Atur pola tidur yang teratur: Tidur minimal 7 jam per hari, hindari begadang dan konsumsi kafein berlebihan.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang: Perbanyak sayur, buah, biji-bijian utuh, dan protein berkualitas.
  • Berolahraga rutin: Minimal 150 menit olahraga intensitas sedang per minggu seperti jalan cepat, yoga, atau renang.
  • Kelola stres: Coba teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, membaca, atau jalan-jalan di alam.
  • Konsultasi profesional jika perlu: Jika lelah terus berlanjut, lakukan pemeriksaan medis untuk mencari penyebab pasti.

🔍 Kesimpulan

Kelelahan kronis bisa disebabkan oleh penyakit fisik, gangguan mental, atau gaya hidup yang tidak seimbang. Kenali kondisi tubuh Anda, ubah pola hidup secara bertahap, dan cari bantuan medis bila diperlukan. Dengan memperbaiki cara hidup, Anda bisa mengurangi rasa lelah dan meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.

Berita Populer

回到頁首
Loading