按下ENTER到主內容區
:::

WHO Peringatkan Obesitas sebagai Penyakit Kronis - Waspadai 4 Periode Risiko Kenaikan Berat Badan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa obesitas adalah penyakit kronis (Gambar/sumber: Heho Health)
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa obesitas adalah penyakit kronis (Gambar/sumber: Heho Health)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa obesitas adalah penyakit kronis yang secara signifikan meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti diabetes, sindrom metabolik, dan penyakit kardiovaskular. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang kelebihan berat badan yang mampu menurunkan lebih dari 5% berat badannya dapat mengalami perbaikan dalam berbagai kondisi kesehatan terkait obesitas.Masa Remaja: Periode pertumbuhan dengan sekresi hormon pertumbuhan yang tinggi (Gambar/sumber: Heho Health)Masa Remaja: Periode pertumbuhan dengan sekresi hormon pertumbuhan yang tinggi (Gambar/sumber: Heho Health)

Dr. Liu Bo-en, direktur Klinik Evergreen Neihu, menyatakan bahwa mengatur pola makan dan olahraga adalah cara dasar untuk mengendalikan obesitas. Namun, ada beberapa periode dalam hidup ketika tubuh lebih rentan mengalami kenaikan berat badan, termasuk masa remaja, masa kehamilan dan pasca melahirkan, usia paruh baya, dan masa menopause. Pada masa remaja, hormon pertumbuhan sangat aktif, sehingga kelebihan asupan kalori tetap dapat menyebabkan penumpukan lemak.

Pada masa kehamilan dan setelah melahirkan, berat badan wanita dapat bertambah rata-rata 9 kg. Tanpa olahraga dan kontrol pola makan, berat badan sulit kembali seperti semula. Pada usia paruh baya, tingkat metabolisme basal menurun, aktivitas fisik berkurang, dan konsumsi makanan meningkat, yang menyebabkan lemak viseral menumpuk. Pada masa menopause, perubahan hormon menyebabkan perubahan distribusi lemak dan meningkatkan risiko kenaikan berat badan.Saat mengukur lingkar pinggang, gunakan pusar sebagai patokan dan lingkarkan meteran secara horizontal di sekitar perut (Gambar/sumber: Heho Health)Saat mengukur lingkar pinggang, gunakan pusar sebagai patokan dan lingkarkan meteran secara horizontal di sekitar perut (Gambar/sumber: Heho Health)

Dr. Liu Bo-en, juga mengingatkan bahwa selain indeks massa tubuh (BMI), rasio lingkar pinggang terhadap pinggul juga bisa digunakan untuk menilai risiko obesitas dan penyakit kronis. Jika lingkar pinggang pria melebihi 90 cm dan wanita melebihi 80 cm, maka risiko kesehatan meningkat secara signifikan. Manajemen kesehatan harus dimulai dari pemahaman komposisi tubuh dan mengenali periode kritis dalam kenaikan berat badan, agar obesitas dapat dicegah secara tepat waktu.

Berita Populer

回到頁首
Loading