Ponsel dan internet telah menjadi bagian dari kegiatan belajar, interaksi sosial dan kehidupan sehari-hari anak. Namun, penggunaan berlebihan dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental. Studi perilaku kesehatan anak usia sekolah yang diterbitkan WHO Eropa pada 2024 terhadap hampir 280.000 remaja berusia 11, 13 dan 15 tahun di 44 negara dan wilayah menunjukkan penggunaan media sosial bermasalah meningkat dari 7% pada 2018 menjadi 11% pada 2022. Sebanyak 36% juga mengatakan mereka hampir selalu terhubung secara daring untuk berkomunikasi dengan teman.
Dinas Kesehatan Kabupaten Pingtung baru-baru ini mengadakan seminar komunikasi orang tua dan anak. Orang tua diingatkan bahwa menyita ponsel atau melarang penggunaan internet saja belum tentu menyelesaikan masalah dan justru dapat meningkatkan konflik keluarga. Orang tua disarankan untuk lebih memahami, berinteraksi dan mendengarkan anak, kemudian bersama-sama menentukan waktu penggunaan serta aturan digital di rumah.
Kepala Dinas Kesehatan, Chang Hsiu-chun, mengatakan internet bukanlah masalah itu sendiri. Anak dapat menggunakan internet untuk bersosialisasi, hiburan, mengurangi stres atau mencari pengakuan. Karena itu, orang tua tidak hanya perlu memperhatikan durasi penggunaan, tetapi juga memperbanyak interaksi nyata melalui makan bersama, olahraga dan kegiatan di luar ruangan.
Dinas Kesehatan mengingatkan orang tua untuk melihat apakah penggunaan internet sudah mengganggu kehidupan sehari-hari, bukan hanya menghitung durasi penggunaan. Orang tua dapat mengisi skala kebiasaan penggunaan internet melalui situs Dinas Kesehatan Kabupaten Pingtung. Untuk konsultasi, dapat menghubungi 08-7370123. Pertanyaan terkait kecanduan zat atau pencegahan narkoba dapat disampaikan melalui hotline gratis 24 jam 0800-770-885.