按下ENTER到主內容區
:::

Koalisi Pejalan Kaki Kritik Rencana Pembangunan Ulang JPO Sarinah

Beberapa JPO di Jakarta dinilai terlalu curam dan perlu pembenahan.(Foto Kompas.com/Dian Erika)
Beberapa JPO di Jakarta dinilai terlalu curam dan perlu pembenahan.(Foto Kompas.com/Dian Erika)

Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus, mengkritisi rencana pembangunan ulang Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Ia menilai langkah tersebut kurang efektif karena akan difungsikan bersamaan dengan pelican crossing.

Menurut Alfred, masih banyak JPO lain di Jakarta yang justru lebih membutuhkan perbaikan, terutama jembatan dengan kemiringan terlalu curam yang menyulitkan pejalan kaki. Ia menilai pembenahan fasilitas yang tidak layak seharusnya menjadi prioritas.

Alfred juga menanggapi alasan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang menyebut aspek keamanan sebagai dasar pembangunan ulang JPO Sarinah. Ia mempertanyakan apakah keberadaan pelican crossing dan zebra cross selama ini dianggap tidak aman bagi pejalan kaki.

Ia menegaskan bahwa pejalan kaki memiliki hak yang setara dengan pengendara untuk menyeberang jalan secara aman dan nyaman. Menurutnya, yang perlu ditingkatkan adalah kesadaran pengendara dalam memberi ruang, bukan memaksa pejalan kaki menggunakan jembatan.

Selain itu, Alfred menyebut kelancaran lalu lintas-bukan kecepatan-merupakan indikator penting kota global. Ia menilai pendekatan tersebut dapat memperkuat citra Jakarta sebagai kota berkelas internasional.

Berita Populer

回到頁首
Loading