Dana Moneter Internasional (IMF) menilai Indonesia konsisten menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang kuat.
Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, menyampaikan bahwa Indonesia mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan, serta mempertahankan momentum ekonomi melalui dukungan permintaan domestik yang solid.
Disiplin dalam menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi salah satu faktor yang memperkuat kepercayaan investor global terhadap perekonomian Indonesia.
IMF juga menilai bahwa respons kebijakan yang adaptif dan berorientasi ke depan mampu meredam dampak dari tekanan ekonomi global.
Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Anton Pitono, menyatakan bahwa penilaian IMF tersebut semakin memperkuat persepsi positif investor terhadap ekonomi Indonesia.
Bank Indonesia terus melakukan sosialisasi kepada investor global untuk menegaskan bahwa kondisi ekonomi domestik tetap berada pada jalur yang stabil.
Menurut BI, ketahanan ekonomi Indonesia tercermin dari pertumbuhan yang tetap solid, inflasi yang terjaga dalam kisaran target, serta pemulihan intermediasi perbankan.