Asuransi kesehatan menjadi salah satu cara penting untuk mengurangi risiko biaya medis di masa depan. Namun, proses “pengungkapan kondisi kesehatan” saat pengajuan polis sering kali menjadi sumber sengketa klaim. Otoritas Jasa Keuangan Taiwan mengingatkan bahwa saat membeli asuransi kesehatan, masyarakat perlu menilai kebutuhan dan kemampuan finansial, memahami jenis produk, definisi penyakit dan medis, masa tunggu, pengecualian, serta batas manfaat, dan yang terpenting memberikan jawaban yang jujur pada formulir pengajuan.
Otoritas menjelaskan bahwa kontrak asuransi didasarkan pada prinsip itikad baik. Pertanyaan tertulis dalam formulir, seperti riwayat hipertensi atau kanker dalam lima tahun terakhir, atau apakah dalam dua bulan terakhir pernah menjalani pengobatan atau menerima resep dokter, harus dijawab dengan jujur agar perusahaan asuransi dapat menilai risiko secara tepat. Jika terdapat informasi yang disembunyikan atau tidak benar, perusahaan asuransi berhak membatalkan kontrak sesuai Pasal 64 Undang-Undang Asuransi dalam jangka waktu yang ditentukan.
Meski kontrak telah berjalan lebih dari dua tahun, jika tertanggung sudah memiliki penyakit sebelumnya dan tidak mengungkapkannya secara jujur, maka berdasarkan Pasal 127, perusahaan asuransi tetap tidak wajib membayar klaim atas penyakit yang sudah ada sebelum polis berlaku.
Karena itu, memberikan informasi yang benar saat membeli asuransi kesehatan sangat penting untuk melindungi hak dan mencegah sengketa klaim di kemudian hari.