Perut kembung sering kali terjadi akibat menelan udara atau mengonsumsi makanan tertentu yang memproduksi gas berlebih, terutama setelah makan besar. Dr. Kang Ben-chu, spesialis gastroenterologi di Klinik Shu-Tian, memperingatkan, "Selain makanan yang menyebabkan kembung, masalah seperti sindrom iritasi usus besar (IBS), radang lambung, atau gangguan lambung lainnya juga bisa menjadi penyebabnya."
Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda terhadap makanan. Makanan yang menyebabkan kembung pada seseorang mungkin tidak berdampak pada orang lain. Dr. Kang menambahkan, "Secara klinis, kami terlebih dahulu memeriksa apakah kembung disebabkan oleh sumbatan saluran pencernaan atau gangguan fungsi ginjal. Jika gejalanya parah, kami akan mempertimbangkan pemeriksaan endoskopi lambung."
Brokoli mudah menyebabkan gas tetapi kaya nutrisi dapat dikonsumsi dalam jumlah yang lebih sedikit. (Gambar/sumber: Heho Health)
6 Jenis Makanan yang Mudah Menyebabkan Kembung
- Makanan olahan: Kandungan natrium yang tinggi dapat menyebabkan retensi air dan kembung. Contohnya adalah makanan cepat saji, saus, sup kaleng, dan daging olahan.
- Makanan berlemak tinggi: Keju, kue panggang, dan daging olahan membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga memperlambat pengosongan lambung dan memicu kembung.
- Produk susu: Beberapa orang, terutama lansia dan sebagian orang Asia, sulit mencerna laktosa.
- Apel: Kandungan fruktosa yang tinggi bisa sulit dicerna oleh beberapa orang dan memicu gas berlebih. Bawang bombay, bawang putih, dan kacang-kacangan juga termasuk dalam kategori ini.
- Kacang-kacangan: Mengandung serat tinggi yang dapat menyebabkan kembung jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Sebaiknya tingkatkan konsumsi secara bertahap agar tubuh beradaptasi.
- Sayuran silangan: Seperti brokoli, kubis, dan brussels sprout, meskipun kaya nutrisi, dapat menyebabkan kembung. Disarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah terbatas.
4 Jenis Makanan yang Membantu Pencernaan dan Meredakan Kembung
- Mentimun: Mengandung banyak air yang membantu mengeluarkan natrium dan mengurangi retensi air.
- Yogurt: Mengandung probiotik yang mendukung kesehatan usus dan menurunkan risiko kembung.
- Asparagus: Memiliki efek diuretik yang membantu mengurangi retensi air dan kembung.
- Pisang: Kaya kalium, membantu mengatur kadar natrium dan mengurangi kembung.
7 Kebiasaan untuk Mengatasi Kembung
- Minum banyak air
- Berjalan kaki setelah makan
- Batasi konsumsi alkohol
- Hindari minuman berkarbonasi
- Minum teh setelah makan (Teh peppermint atau teh jahe membantu meredakan kembung, tetapi penderita GERD sebaiknya menghindari teh peppermint)
- Lakukan yoga secara rutin (Gerakan seperti pose bayi atau pose kucing-sapi dapat membantu melancarkan pencernaan dan mengurangi kembung)
- Hindari mengunyah permen karet (Untuk mengurangi udara yang tertelan yang dapat menyebabkan gas berlebih di saluran pencernaan)
Pisang dapat mengatur kadar natrium, mengurangi pembengkakan dan perut kembung. (Gambar/sumber: Heho Health)
Kesimpulan
Perut kembung sesekali adalah hal yang wajar, tetapi jika terjadi secara berulang setelah makan, sebaiknya perhatikan kesehatan saluran pencernaan Anda. Jika perubahan pola makan tidak memperbaiki kondisi ini, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.