Dalam beberapa tahun terakhir, belanja online lintas negara semakin populer. Mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga produk elektronik, banyak orang memesan barang melalui platform e-commerce internasional. Namun, meningkatnya jumlah paket juga diikuti risiko penyalahgunaan identitas dalam deklarasi kepabeanan serta penipuan melalui kiriman paket. Untuk melindungi keamanan data pribadi, Bea Cukai akan memberlakukan sistem “Konfirmasi Kuasa Terlebih Dahulu” mulai 1 Maret 2026, yang berlaku untuk seluruh kiriman ekspres impor hasil pembelian online oleh individu.
Dengan sistem baru ini, setelah melakukan pemesanan di situs luar negeri, perusahaan jasa kepabeanan akan mengirimkan notifikasi informasi deklarasi melalui aplikasi EZ Way. Penerima harus memeriksa apakah nama barang, jumlah, dan rincian pembelian sesuai dengan pesanan sebenarnya. Setelah dipastikan benar, penerima dapat memberikan persetujuan secara online agar proses kepabeanan dapat dilanjutkan. Jika sesuai, pilih “Data Sesuai.” Jika terdapat ketidaksesuaian atau dugaan penyalahgunaan identitas, pilih “Data Tidak Sesuai” dan segera hubungi perusahaan untuk melakukan perbaikan agar tidak terjadi hambatan dalam proses clearance.
Bea Cukai menyatakan bahwa sistem ini efektif mencegah pencurian data pribadi serta praktik impor barang terlarang atau pengiriman paket penipuan atas nama orang lain. Untuk mengurangi keterlambatan, pihak terkait telah berkoordinasi dengan platform e-commerce, perusahaan logistik, dan jasa kepabeanan agar notifikasi dikirim sebelum barang tiba di Taiwan, sehingga penerima dapat melakukan konfirmasi lebih awal.
Apabila memiliki pertanyaan terkait prosedur atau informasi barang, masyarakat dapat menghubungi kantor Bea Cukai atau layanan pelanggan Trade-Van Information Services Co. (https://gov.tw/6Rc). Bea Cukai juga mengingatkan agar setiap notifikasi diperiksa dengan teliti, termasuk nama barang, jumlah, dan nilai deklarasi, demi memastikan setiap transaksi lintas negara berjalan aman dan lancar.