Untuk meningkatkan hak perjalanan dan akomodasi bagi penyandang disabilitas, Otoritas Pariwisata Taiwan mengimbau penyedia akomodasi di seluruh negeri untuk menerapkan lingkungan yang ramah bagi anjing pemandu. Langkah ini bertujuan memastikan anjing pemandu, anjing bantu pendengaran, dan anjing bantu mobilitas dapat memasuki fasilitas penginapan dan ruang publik terkait secara bebas saat mendampingi pengguna atau menjalani pelatihan profesional.
Menurut Otoritas Pariwisata, Undang-Undang Perlindungan Hak dan Kepentingan Penyandang Disabilitas mengatur bahwa anjing bantuan bersertifikat serta anak anjing yang sedang dilatih bersama pelatih profesional diizinkan memasuki tempat umum, area usaha, dan transportasi umum. Pemilik atau pengelola fasilitas tidak diperkenankan mengenakan biaya tambahan atau membatasi akses.
Untuk membantu pelaku industri memahami peraturan dan menerapkan layanan inklusif, Administrasi Urusan Sosial dan Keluarga di bawah Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan telah menyediakan materi edukasi pada Portal Layanan Disabilitas, khususnya di bagian anjing pemandu. Materi tersebut menekankan lima prinsip interaksi: tidak memberi makan, tidak membelai, tidak memanggil, tidak menolak, dan secara aktif menanyakan kebutuhan pengguna.
Otoritas Pariwisata menegaskan bahwa layanan akomodasi merupakan bagian penting dari pariwisata inklusif dan berharap praktik ramah anjing pemandu dapat menjadi standar dalam operasional harian industri perhotelan.