Seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI), pelaku penipuan semakin sering menggunakan teknologi peniru suara untuk menyamar sebagai anggota keluarga, teman, atau rekan kerja. Hotline Anti-Penipuan 165 Taiwan mengingatkan bahwa pelaku memanfaatkan suara yang terdengar sangat mirip untuk memperoleh kepercayaan korban dan membujuk mereka mengirim uang atau memberikan informasi pribadi.
Modus yang sering digunakan antara lain, “Saya ganti nomor telepon,” “Saya sedang di luar kota dan butuh uang segera untuk membeli rumah atau biaya rumah sakit,” atau “Tolong jangan beri tahu siapa pun.” Pelaku menciptakan situasi yang mendesak agar korban tidak sempat melakukan verifikasi.
Hotline 165 mengimbau masyarakat agar tidak langsung mentransfer uang meskipun suara penelepon terdengar seperti orang yang dikenal. Langkah yang paling aman adalah menutup telepon terlebih dahulu, lalu menghubungi orang tersebut melalui nomor lama, aplikasi pesan, atau saluran komunikasi yang biasa digunakan untuk memastikan kebenarannya.
Apabila menerima panggilan yang mencurigakan atau ragu terhadap keasliannya, segera hubungi Hotline Anti-Penipuan 165 untuk mendapatkan bantuan. Melakukan verifikasi terlebih dahulu dapat membantu mencegah kerugian akibat penipuan berbasis AI.