Di tengah masyarakat yang semakin menua, demensia menjadi isu yang kian dekat, meski stereotip tentang kemunduran masih melekat. Untuk menunjukkan bahwa lansia dengan demensia tetap memiliki kreativitas dan kemampuan mengekspresikan diri, Cabang Beihu Rumah Sakit Universitas Nasional Taiwan mengadakan pameran dan acara minum teh “Bersahabat dalam Kreasi” di Pusat Usaha Publik National Chengchi University, menampilkan karya seni para lansia.
Sejak dibuka 6 November 2024, pameran ini telah menarik lebih dari seribu pengunjung. Karya dibuat oleh lansia peserta program layanan demensia hasil kerja sama dengan Sekolah Dasar Ximen. Dengan bimbingan terapis okupasi, mereka melukis, menggambar, dan membuat kolase. Proses ini membantu melatih fungsi kognitif sekaligus menjadi sarana mengekspresikan emosi.
Salah satu peserta, Nenek Chen, sebelumnya menarik diri karena depresi dan demensia. Berkat pendampingan berkelanjutan, ia perlahan kembali berkarya. Kondisi emosinya membaik dan ia mulai menantikan setiap sesi. Keluarga menyebutnya sebagai momen penting untuk kembali terhubung.
Dokter dari Departemen Kedokteran Komunitas juga memperkenalkan “Kartu Pelatihan Fungsi Kognitif” yang dirancang dari situasi sehari-hari untuk membantu mengaktifkan kembali kemampuan berpikir dan meningkatkan kepercayaan diri. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa demensia bukan berarti kehilangan seluruh kemampuan; dengan dukungan yang tepat, lansia tetap dapat berkarya dan menjalin hubungan.