按下ENTER到主內容區
:::

Peringatan Perang Nuklir Menguat: Pakar Sebut 5 Miliar Orang Bisa Tewas Kurang dari Satu Jam

Ilustrasi dampak ledakan nuklir terhadap dunia.(Foto iStockphoto/icholakov)
Ilustrasi dampak ledakan nuklir terhadap dunia.(Foto iStockphoto/icholakov)

Ketegangan antara Amerika Serikat dan sejumlah negara, mulai dari Iran di Timur Tengah hingga isu geopolitik di Greenland, memicu kekhawatiran global akan pecahnya Perang Dunia III. Peringatan tersebut diperkuat oleh analis perang nuklir sekaligus jurnalis investigatif Annie Jacobsen, yang menilai dampak perang nuklir akan berlangsung sangat cepat dan mematikan.

Dalam wawancaranya di podcast The Diary of a CEO, Jacobsen menyebut sekitar 5 miliar orang berpotensi meninggal dunia dalam waktu kurang dari satu jam setelah serangan nuklir pertama diluncurkan. Menurutnya, rudal balistik antarbenua dari Rusia hanya memerlukan sekitar 26 menit 40 detik untuk mencapai Pantai Timur Amerika Serikat.

Ia menegaskan bahwa umat manusia sejatinya hanya memiliki waktu kurang dari 90 menit sebelum dunia berubah drastis jika perang nuklir terjadi. Setelah peluncuran nuklir terdeteksi, seluruh keputusan strategis harus dibuat dalam hitungan menit. Presiden AS, misalnya, hanya memiliki sekitar 6 menit untuk menentukan serangan balasan berdasarkan dokumen rahasia yang dikenal sebagai “Black Book”.

Jacobsen juga mengingatkan bahwa dampak lanjutan justru lebih mematikan. Debu dan asap dari ledakan nuklir akan menutupi sinar matahari dan memicu fenomena nuclear winter. Akibatnya, suhu global turun drastis, wilayah lintang tengah tertutup salju selama bertahun-tahun, dan sektor pertanian berpotensi kolaps total.

Ia mencontohkan wilayah seperti Iowa di AS dan Ukraina yang bisa mengalami salju hingga 10 tahun. Ketika pertanian gagal dan lapisan ozon rusak, manusia akan menghadapi kelaparan massal serta paparan sinar ultraviolet yang mematikan. Jacobsen menegaskan, perang nuklir bukan sekadar konflik antarnegara, melainkan ancaman eksistensial bagi seluruh umat manusia.

Berita Populer

回到頁首
Loading