Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengungkapkan rencana perluasan akses pendidikan bagi keluarga prasejahtera melalui Program Sekolah Rakyat. Pada tahun ini, pemerintah akan memulai pembangunan 104 gedung permanen yang dirancang menampung peserta didik dari jenjang SD, SMP, dan SMA.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan secara bertahap, dengan kapasitas hingga sekitar 1.000 siswa per lokasi. Program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto ini ditujukan untuk menjangkau anak-anak dari keluarga pada desil 1 dan 2.
Saat ini, tercatat 166 Sekolah Rakyat telah beroperasi. Dengan tambahan pembangunan gedung permanen, jumlahnya diperkirakan melampaui 200 lokasi, sehingga pada periode 2026–2028 dapat melayani lebih dari 100.000 siswa.
Mensos menambahkan, apabila pembangunan berjalan lancar, pada tahun depan pemerintah menargetkan penerimaan sekitar 30.000 siswa baru, dengan asumsi setiap gedung permanen menampung 300 siswa yang terbagi merata pada jenjang SD, SMP, dan SMA.