按下ENTER到主內容區
:::

Dokter Ingatkan Penderita GERD agar Bijak Saat Makan All You Can Eat

Ilustrasi seseorang mengalami ketidaknyamanan pada lambung setelah makan berlebihan(Foto Karola G)
Ilustrasi seseorang mengalami ketidaknyamanan pada lambung setelah makan berlebihan(Foto Karola G)

Restoran dengan konsep all you can eat menawarkan berbagai pilihan makanan tanpa batas dalam satu waktu makan. Namun, bagi penderita gastroesophageal reflux disease atau GERD, makan berlebihan dapat meningkatkan risiko munculnya keluhan kesehatan.

Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi Hepatologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RSCM, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, mengingatkan agar penderita GERD mengatur pola makan dengan lebih bijak ketika menikmati hidangan all you can eat.

Menurutnya, lambung manusia memiliki kapasitas terbatas seperti kantong dengan volume sekitar 600 hingga 800 mililiter. Jika diisi makanan dalam jumlah berlebihan dalam waktu singkat, lambung dapat mengalami peregangan yang berlebihan dan menimbulkan rasa mual, keinginan muntah, sesak napas, hingga jantung berdebar.

Selain itu, restoran all you can eat biasanya menerapkan batas waktu makan sehingga sebagian orang cenderung makan lebih cepat. Kebiasaan makan terburu-buru dan kurang mengunyah makanan dengan baik dapat membuat lambung tiba-tiba membesar atau mengalami dilatasi.

Apabila seseorang merasakan perut sangat penuh setelah makan dalam jumlah besar dan tidak dapat muntah, dokter menyarankan untuk segera mendapatkan penanganan medis agar kondisi tersebut dapat dievaluasi lebih lanjut.

Prof. Ari juga menjelaskan bahwa menu utama di restoran all you can eat umumnya didominasi oleh daging merah seperti sapi, babi, dan kambing yang memiliki kandungan lemak cukup tinggi. Konsumsi daging merah secara berlebihan dapat menjadi salah satu faktor pemicu munculnya gejala GERD.

Berita Populer

回到頁首
Loading