按下ENTER到主內容區
:::

Sindikat Penipuan Kapten Palsu! Polisi Tangkap Pelaku di Lokasi dan Cegah Kerugian NT$1,13 juta

Badan Kepolisian Kota Chiayi mengungkap kasus penipuan "mengaku sebagai jaksa dan polisi", dan berhasil mencegah warga menjadi korban lagi dengan kerugian tunai sebesar NT$1,13 juta. (Gambar/sumber: Situs resmi Kepolisian Nasional)
Badan Kepolisian Kota Chiayi mengungkap kasus penipuan "mengaku sebagai jaksa dan polisi", dan berhasil mencegah warga menjadi korban lagi dengan kerugian tunai sebesar NT$1,13 juta. (Gambar/sumber: Situs resmi Kepolisian Nasional)

Kepolisian Distrik Pertama Kota Chiayi berhasil mengungkap kasus penipuan dengan modus &ldquojaksa dan polisi palsu&rdquo, serta mencegah kerugian tunai sebesar NT$1,13 juta. Kelompok penipu menyamar sebagai "kapten penyelidik" dan mengaku bahwa korban terlibat kasus pidana sehingga harus menyerahkan harta untuk diamankan. Korban wanita yang berusia hampir 60 tahun tertipu untuk mengirimkan 4 kartu ATM dan uang tunai dalam jumlah besar. Salah satu kurir bahkan menyamar sebagai petugas bank dan datang ke rumah untuk mengambil uang. Beruntung, seorang sopir taksi mencurigai situasi tersebut dan segera melapor ke polisi. Dua tersangka berhasil ditangkap dan uang korban berhasil disita kembali.

Berdasarkan penyelidikan polisi, sindikat penipuan awalnya menelepon korban dan mengklaim bahwa identitasnya telah disalahgunakan untuk mengajukan pinjaman di bank. Mereka kemudian menghubungi korban lewat aplikasi LINE, menyamar sebagai jaksa dan kapten penyelidik, lalu mengatakan bahwa korban terlibat kasus pidana. Mereka meminta korban menyerahkan kartu ATM untuk &ldquodiamankan oleh polisi&rdquo. Korban mempercayainya dan mengirimkan kartu tersebut. Akunnya langsung dibobol dan dana sebesar NT$1,74 juta dicuri. Para pelaku kemudian kembali mencoba menipu dengan meminta uang tunai NT$1,13 juta lagi. 

Setelah menerima laporan, polisi membentuk tim penyelidik khusus dan menemukan bahwa setelah kurir mengambil uang, dia langsung menyerahkannya kepada rekan pelaku lainnya di dekat lokasi yang bertugas sebagai &ldquopenerima uang&rdquo. Saat polisi mengikuti mereka hingga ke taman bawah jembatan untuk melakukan pemeriksaan, pria tersebut mencoba melarikan diri dan berusaha menghancurkan ponselnya untuk menghilangkan bukti. Namun, akhirnya ia berhasil ditangkap dan diamankan di tempat kejadian, beserta uang hasil kejahatan dan alat bukti lainnya.

Pada saat yang sama, kurir lain melarikan diri dengan naik taksi. Polisi terus melacak pergerakannya dan berhasil mencegatnya tepat saat ia hendak naik kereta. Ponsel yang digunakan untuk menjalankan aksi kejahatan juga disita. Tim khusus kemudian mengunjungi rumah korban untuk menjelaskan kejadian dan melakukan identifikasi tersangka. Wanita itu ketakutan dan berkata, &ldquoDia bilang kalau saya tidak menurut, sesuatu yang buruk akan terjadi! Saya harus percaya siapa?&rdquo Polisi pun menenangkannya dengan sabar dan membantu menyelesaikan proses pelaporan.

Saat ini, kedua tersangka telah diserahkan ke Kejaksaan Distrik Chiayi atas tuduhan penipuan. Polisi masih terus menyelidiki otak utama jaringan penipuan dan aliran dana yang terlibat. Selain itu, sopir taksi yang melaporkan kejadian tersebut juga telah diajukan untuk menerima hadiah pelaporan sebesar NT$50.000 dari &ldquoProgram Seratus Tebasan&rdquo milik Badan Kepolisian Nasional, sebagai bentuk apresiasi atas peran warga dalam mencegah penipuan.

Polisi mengingatkan bahwa otoritas hukum dan kepolisian tidak akan pernah meminta uang tunai atau kartu bank dalam kasus hukum apa pun, dan tidak akan mengirim petugas untuk mengambil uang ke rumah Anda. Jika Anda menerima panggilan yang mencurigakan, segera hubungi hotline anti-penipuan 165 atau nomor darurat 110 untuk melaporkan dan memverifikasi.

Berita Populer

回到頁首
Loading