按下ENTER到主內容區
:::

Kemenkes Ingatkan Pekerja Berisiko Tinggi Waspadai Paparan Hantavirus

Kemenkes mengingatkan kelompok pekerja berisiko tinggi terhadap paparan Hantavirus(Foto Nawal Karimi/Shutterstock)
Kemenkes mengingatkan kelompok pekerja berisiko tinggi terhadap paparan Hantavirus(Foto Nawal Karimi/Shutterstock)
Berita Global untuk Penduduk Baru】 /Tim Editorial

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan adanya sejumlah kelompok pekerja yang memiliki risiko lebih tinggi terpapar Hantavirus, terutama mereka yang bekerja di lingkungan yang berpotensi menjadi habitat tikus.

Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menjelaskan bahwa Hantavirus disebabkan oleh Orthohantavirus dari famili Hantaviridae dan ordo Bunyavirales. Saat ini terdapat sekitar 50 strain Orthohantavirus dan sedikitnya 24 strain dapat menginfeksi manusia.

Andi menyebutkan bahwa penularan antarmanusia sangat jarang terjadi dan hingga kini hanya pernah dilaporkan pada kasus Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) di Amerika Selatan dalam kondisi kontak erat dan berkepanjangan.

Menurutnya, faktor risiko utama justru berasal dari paparan lingkungan yang terkontaminasi tikus. Kelompok pekerjaan seperti petugas kebersihan, petani, pembersih saluran air, serta pekerja di sekitar tempat pembuangan sampah menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus karena sering berinteraksi dengan area yang banyak tikus.

Selain itu, area seperti ruang bawah tanah, gedung lama, bangunan terbengkalai, serta wilayah dengan populasi tikus tinggi juga dinilai berisiko. Kondisi banjir disebut dapat meningkatkan potensi penyebaran virus akibat perpindahan tikus ke area permukiman.

Kemenkes juga mengingatkan masyarakat yang melakukan aktivitas luar ruangan seperti berkemah agar tetap waspada terhadap keberadaan tikus di lingkungan sekitar guna mengurangi risiko paparan

Berita Populer

回到頁首
Loading