按下ENTER到主內容區
:::

Orang Tua Harap Waspada! Tingkat Kecanduan Game Online Capai 3,1% - Pakar: Yang Penting Apakah Itu Mengganggu Kehidupan Sehari-hari

Jika anak menunjukkan perilaku bermain game yang tidak terkendali, mengganggu rutinitas dan interaksi sosial, orang tua harus waspada terhadap kemungkinan gangguan kecanduan game online dan segera mencari bantuan. (Gambar/sumber: Situs Pemerintah Kota Taipei)
Jika anak menunjukkan perilaku bermain game yang tidak terkendali, mengganggu rutinitas dan interaksi sosial, orang tua harus waspada terhadap kemungkinan gangguan kecanduan game online dan segera mencari bantuan. (Gambar/sumber: Situs Pemerintah Kota Taipei)

Dalam beberapa tahun terakhir, kecanduan game online di kalangan anak dan remaja semakin menjadi perhatian. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan &ldquoInternet Gaming Disorder&rdquo sebagai gangguan mental sejak tahun 2018. Dinas Kesehatan Kota Taipei mengingatkan bahwa jika anak menunjukkan perilaku bermain game yang tidak terkendali hingga mengganggu rutinitas dan interaksi sosial, perlu diwaspadai adanya kecanduan dan segera mencari bantuan profesional. 

Menurut studi Institut Penelitian Kesehatan Nasional menggunakan skala diagnosis internasional, dari 8.110 anak dan remaja yang disurvei, ditemukan prevalensi kecanduan sebesar 3,1%, lebih tinggi dari rata-rata di Barat yaitu 1%. Dr. Lin Yu-hsuan, psikiater RS NTU, mengatakan bahwa diagnosis bukan berdasarkan durasi bermain, tetapi apakah aktivitas tersebut menyebabkan disfungsi dalam kehidupan sehari-hari. 

WHO menetapkan 3 indikator utama: 

  • Dorongan tak terkendali untuk bermain game online. 
  • Menjadikan game sebagai prioritas utama dalam kehidupan sehari-hari. 
  • Terus bermain walaupun menyadari dampak negatif pada kesehatan, keluarga, sekolah, atau pekerjaan.
     

Jika ketiga gejala ini berlangsung minimal 12 bulan, maka kemungkinan besar seseorang mengalami kecanduan game. 

Dr. Lin menambahkan bahwa kecanduan sering berkaitan dengan masalah yang tidak terpenuhi di dunia nyata, seperti konflik keluarga atau kegagalan akademik. Ia menyarankan agar orang tua tidak hanya membatasi waktu, tetapi juga membangun pengalaman positif di dunia nyata untuk anak. 

Dr. Pan Chun-Hung dari RS Songde menyebutkan bahwa kecanduan sering disertai dengan ADHD, depresi, dan kecemasan. Memutus koneksi internet secara paksa dapat memicu konflik bahkan kekerasan. Orang tua disarankan untuk tetap tenang dan mencari bantuan ahli. 

Rumah Sakit Songde kini memiliki klinik khusus untuk anak dan remaja pecandu game. Mengunjungi dokter bukanlah stigmatisasi, melainkan langkah penting menuju pemulihan. 

Dinas Kesehatan mengimbau orang tua memantau penggunaan internet anak dan mengganti teguran dengan pendampingan. Informasi lengkap, alat penilaian mandiri, dan hotline tersedia di situs https://mental-health.gov.taipei/ atau hubungi (02) 3393-7885.

Kecanduan game online, remaja, gangguan fungsi kehidupan, tenggelam dalam dunia virtual, penilaian diriKecanduan game online, remaja, gangguan fungsi kehidupan, tenggelam dalam dunia virtual, penilaian diri

Berita Populer

回到頁首
Loading