Setelah ibu melakukan tes kehamilan mandiri di rumah, disarankan untuk menunggu sekitar 1 minggu sebelum pergi ke fasilitas medis untuk pemeriksaan lanjutan. Saat tiba di rumah sakit, dokter akan melakukan tes kehamilan kembali, kemudian menggunakan USG untuk memastikan lokasi implantasi embrio. Jika pada saat itu usia kehamilan telah mencapai 6 minggu, dokter dapat mengamati jumlah embrio, keberadaan detak jantung, serta perkembangan janin.
Dokter spesialis kandungan sekaligus kepala ruang bersalin di Rumah Sakit Umum Cathay, Chen Li-Jin, menyampaikan bahwa karena janin sebelum usia 8 minggu masih berada dalam kondisi yang belum stabil dan memiliki risiko keguguran yang lebih tinggi, maka buku kesehatan ibu hamil baru akan diberikan setelah kondisi janin stabil, sekitar usia kehamilan 8 hingga 12 minggu, sekaligus dapat mulai menggunakan subsidi pemeriksaan kehamilan pertama yang ditanggung pemerintah.
Kapan mulai pemeriksaan kehamilan? Frekuensi dan jenis pemeriksaan
Pemeriksaan kehamilan memiliki peran penting yang berbeda pada setiap tahap kehamilan. Disarankan agar segera setelah kehamilan dikonfirmasi, ibu menghubungi dokter spesialis kandungan untuk mengatur pemeriksaan yang sesuai. Pemeriksaan kehamilan pertama biasanya dilakukan pada usia kehamilan 5 hingga 8 minggu. Pemeriksaan rutin selanjutnya membantu memantau kondisi kesehatan janin secara berkelanjutan dan memastikan pengelolaan kesehatan yang menyeluruh sepanjang kehamilan, dengan total 14 kali pemeriksaan.
Jumlah ideal pemeriksaan kehamilan selama masa kehamilan adalah 14 kali. Waktu pemeriksaan pertama dapat disesuaikan dengan kondisi ibu hamil, namun umumnya dilakukan pada usia kehamilan sekitar 8 minggu. Frekuensi pemeriksaan akan meningkat secara bertahap seiring memasuki pertengahan hingga akhir kehamilan. Perlu diperhatikan bahwa sebelumnya pemeriksaan kehamilan gratis hanya tersedia 10 kali. Untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi, sejak 1 Juli 2021, jumlah pemeriksaan prenatal gratis ditingkatkan dari 10 menjadi 14 kali, termasuk 2 kali pemeriksaan USG umum (usia kehamilan 8–16 minggu dan setelah 32 minggu), serta penambahan skrining diabetes gestasional dan pemeriksaan anemia (usia kehamilan 24–28 minggu) guna menurunkan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan, serta mengurangi beban ekonomi keluarga usia subur.
Jadwal pemeriksaan kehamilan
Selain pemeriksaan yang ditanggung pemerintah, pada pemeriksaan mandiri berbayar, apabila hasil Non-Invasive Prenatal Testing (NIPT) menunjukkan kelainan, tetap diperlukan pemeriksaan lanjutan menggunakan microarray cairan ketuban untuk konfirmasi. Oleh karena itu, semakin banyak calon ibu yang memilih langsung menjalani pemeriksaan microarray cairan ketuban, karena satu kali pemeriksaan ini dapat menyaring jenis penyakit terbanyak dalam pemeriksaan genetik janin saat ini. Selain itu, skrining pembawa penyakit pada calon ibu sendiri (seperti SMA, FXS, dan skrining gen gangguan pendengaran) juga merupakan salah satu pemeriksaan berbayar yang sangat direkomendasikan oleh banyak dokter kandungan, dan menjadi fokus penting dalam pemeriksaan kesehatan selama kehamilan.
Dokter menggunakan pemeriksaan USG untuk memastikan lokasi implantasi embrio dan detak jantung, yang merupakan salah satu langkah penting dalam pemeriksaan kehamilan pada tahap awal. (Gambar/disediakan oleh Mama & Baby)
Pemeriksaan kehamilan gratis dan siklus pemeriksaan
Pemeriksaan dasar pada pemeriksaan kehamilan pertama meliputi wawancara riwayat kesehatan, pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, serta pemeriksaan fisik dasar. Pemeriksaan darah juga dilakukan untuk tes darah rutin, seperti hitung darah lengkap, golongan darah, hepatitis B, HIV, sifilis, dan rubella. Selain itu, pemeriksaan urine dilakukan untuk melihat adanya tanda peradangan. Pada pemeriksaan rutin selanjutnya, umumnya hanya dilakukan konsultasi, pengukuran berat badan dan tekanan darah, pemeriksaan urine, serta pemantauan detak jantung janin, dengan pemeriksaan tambahan dilakukan pada minggu kehamilan tertentu.
Siklus pemeriksaan kehamilan
.Trimester awal (8–12 minggu): disarankan melakukan pemeriksaan pada minggu ke-8 dan ke-12, sekitar setiap 4 minggu sekali.
.Trimester tengah (13–28 minggu): disarankan melakukan pemeriksaan pada minggu ke-16, 20, 24, dan 28, sekitar 1 kali setiap bulan.
.Trimester akhir (29–36 minggu): pemeriksaan menjadi lebih sering, disarankan pada minggu ke-30, 32, 34, dan 36, sekitar 1 kali setiap 2 minggu.
.Menjelang persalinan (37 minggu hingga sebelum melahirkan): mulai minggu ke-37 hingga persalinan, pemeriksaan dilakukan setiap minggu.
Melalui perencanaan pemeriksaan kehamilan yang lengkap seperti ini, kondisi abnormal dapat terdeteksi lebih awal dan diberikan penanganan yang tepat, sehingga dapat mencegah risiko komplikasi kehamilan serta menjaga kesehatan ibu dan bayi dengan penuh perhatian. Tentu saja, dokter akan menyesuaikan frekuensi dan jenis pemeriksaan secara fleksibel berdasarkan kondisi fisik dan perjalanan kehamilan masing-masing ibu, guna memberikan perawatan yang paling sesuai.
Kartu pengingat pengasuhan anak yang dengan penuh perhatian mengingatkan para ibu bahwa seiring memasuki pertengahan hingga akhir masa kehamilan, frekuensi pemeriksaan kehamilan akan meningkat secara bertahap guna menurunkan risiko terkait kehamilan dan persalinan. (Gambar/disediakan oleh Mama & Baby)
Artikel ini digunakan dengan izin dari Mama & Baby