按下ENTER到主內容區
:::

Keamanan Pangan Kentang Impor Jadi Perhatian: Kentang Bertunas atau Menghijau Tetap Berisiko meski Dimasak

Kentang yang bertunas atau kulitnya menghijau dapat mengandung racun solanin. Setelah tunasnya dibuang pun tetap tidak disarankan untuk dimakan. (Foto / Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Taoyuan)
Kentang yang bertunas atau kulitnya menghijau dapat mengandung racun solanin. Setelah tunasnya dibuang pun tetap tidak disarankan untuk dimakan. (Foto / Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Taoyuan)

Aturan karantina impor baru untuk kentang Amerika Serikat yang digunakan dalam pengolahan baru-baru ini memicu pembahasan keamanan pangan. Apakah kentang bertunas masih bisa dimakan pun menjadi perhatian masyarakat. Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Taoyuan mengingatkan, kentang yang bertunas atau kulitnya berubah hijau dapat mengandung racun alami solanin. Tunas yang dibuang atau dimasak dengan suhu tinggi tidak dapat sepenuhnya menghilangkan racun. Jika tidak sengaja dimakan, gejalanya dapat berupa mulut kebas, mual dan diare. Kentang seperti ini sebaiknya dibuang seluruhnya.

Solanin adalah zat pertahanan alami pada kentang. Saat kentang lembap, terkena cahaya atau disimpan terlalu lama, kadar racun dapat meningkat, biasanya disertai tunas, warna hijau atau kulit keriput. Kebiasaan memotong bagian bertunas lalu memasaknya tetap berisiko, karena solanin tidak selalu hanya berada di bagian tunas dan bisa menyebar ke seluruh kentang.

Konsumsi solanin berlebihan dapat menyebabkan bibir kebas, mual, muntah, diare, pusing atau demam. Jika muncul gejala setelah makan, segera hentikan konsumsi dan cari bantuan medis.

Saat membeli kentang, pilih yang kulitnya utuh, tidak retak, tidak keriput, tidak bertunas dan tidak menghijau. Simpan di tempat sejuk, kering dan berventilasi, hindari sinar matahari langsung, sayuran basah dan kantong plastik tertutup. Karena iklim Taiwan lembap, belilah secukupnya untuk mengurangi risiko kentang bertunas saat disimpan lama.

Berita Populer

回到頁首
Loading