按下ENTER到主內容區
:::

QR Code Juga Bisa Menjadi Alat Penipuan, Polisi Imbau Masyarakat Jangan Membagikan Kode Pembayaran TWQR

Polisi mengingatkan bahwa kode pembayaran TWQR dapat digunakan untuk melakukan pembayaran dan tidak boleh dibagikan kepada orang lain. (Foto: Rido81)
Polisi mengingatkan bahwa kode pembayaran TWQR dapat digunakan untuk melakukan pembayaran dan tidak boleh dibagikan kepada orang lain. (Foto: Rido81)

Belanja daring dan transaksi melalui media sosial semakin umum dilakukan. Polisi mengingatkan adanya modus penipuan baru yang memanfaatkan kode pembayaran TWQR. Pelaku menggunakan layanan pelanggan palsu, situs logistik palsu, dan fitur berbagi layar untuk memperoleh kode pembayaran korban. Hingga kini, lebih dari 1.300 orang menjadi korban dengan kerugian melebihi NT$130 juta.

Menurut Biro Investigasi Kriminal, pelaku sering memasang unggahan di Threads yang menawarkan hasil pertanian, tiket konser gratis, atau barang suvenir. Setelah korban menghubungi mereka, korban diarahkan ke situs logistik palsu atau akun LINE palsu dengan alasan pembayaran ongkos kirim atau verifikasi transaksi.

Selanjutnya, pelaku mengaku perlu melakukan verifikasi identitas atau validasi pembayaran dan meminta korban mengaktifkan fitur berbagi layar. Dengan cara ini, mereka memperoleh kode pembayaran TWQR dan menggunakannya untuk memindahkan dana tanpa disadari korban.

Polisi menegaskan bahwa kode pembayaran TWQR memiliki fungsi seperti dompet digital dan tidak boleh dibagikan, difoto layar, atau dikirim kepada orang lain. Bank, platform e-commerce, maupun perusahaan logistik tidak akan meminta pelanggan melakukan verifikasi melalui berbagi layar.

Kepolisian telah melakukan operasi nasional dan menangkap 117 tersangka, sementara 41 orang ditahan. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap permintaan berbagi layar, kode QR, atau informasi keuangan, serta segera menghubungi Hotline Anti-Penipuan 165 jika menemukan hal mencurigakan.

Berita Populer

回到頁首
Loading