Bagaimana pendidikan kesetaraan gender dapat melampaui ruang kelas dan menjangkau kehidupan komunitas multikultural menjadi perhatian dalam pendidikan tinggi beberapa tahun terakhir. Sejak tahun ajaran 2022 hingga 2025, Kementerian Pendidikan Taiwan memberikan subsidi kepada perguruan tinggi melalui “Program Pengembangan Pengajaran Pendidikan Kesetaraan Gender dan Strategi Implementasi,” guna mendorong pengembangan materi ajar inovatif dan penguatan praktik kesetaraan gender di masyarakat.
Universitas Wenzao Ursuline memanfaatkan keunggulan bahasa asingnya dengan mengembangkan buku cerita dwibahasa dan materi kampanye dalam bahasa Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Pada tahun 2022, fokus pada buku Indonesia–Mandarin melalui penelitian tindakan. Mahasiswa menyusun materi isu gender dan menerapkannya di ruang belajar anak-anak pendatang baru, dengan hasil peningkatan pemahaman tentang stereotip gender dan otonomi perempuan.
Tahun 2023 diperluas ke terjemahan buku Thailand–Mandarin serta produksi video kampanye, memasukkan isu gender yang dihadapi pekerja migran melalui diskusi kelompok terfokus dan mempublikasikannya di YouTube. Tahun 2024 memperdalam buku Vietnam–Mandarin. Analisis pra dan pasca tes menunjukkan materi dwibahasa meningkatkan empati mahasiswa terhadap situasi perempuan pendatang baru.
Pada tahun 2025, video kampanye kesetaraan gender dalam bahasa Indonesia, Thailand, dan Vietnam diproduksi, dan tim mahasiswa melakukan sosialisasi di kampus serta komunitas seperti Pusat Layanan Pendatang Baru Kaohsiung. Materi juga diunggah ke platform digital untuk memperluas akses. Kementerian Pendidikan menegaskan bahwa pendidikan kesetaraan gender memerlukan komitmen jangka panjang yang memadukan riset, inovasi kurikulum, dan praktik sosial.