Masyarakat membeli asuransi untuk mencegah risiko dan melindungi diri serta keluarga. Namun, seiring berkembangnya modus penipuan, pemegang polis tabungan dan investasi justru menjadi target utama.
Modus umum adalah mengajak korban bergabung dalam grup investasi dengan janji imbal hasil tinggi, risiko rendah, dan keuntungan pasti. Kemudian, korban dibujuk membatalkan polis untuk mencairkan uang atau menjaminkan polis sebagai pinjaman, hingga akhirnya kehilangan seluruh tabungan seumur hidup. Beberapa korban bahkan sampai bunuh diri.
Untuk memperkuat pencegahan penipuan, Nan Shan Life Insurance mengembangkan model "Golden Eye AI Anti-Penipuan", bekerja sama berbagi data dengan Biro Investigasi Kriminal (CIB), menganalisis perilaku nasabah, profil data polis, serta penilaian situasi langsung dari petugas layanan pelanggan. Sistem AI ini mengklasifikasikan tingkat risiko penipuan, sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan secara proaktif.
Contohnya, saat memproses pinjaman polis, petugas layanan dapat langsung melihat sinyal risiko dari sistem AI. Jika lampu menunjukkan risiko sedang atau tinggi (kuning, merah), petugas akan mengikuti prosedur tambahan seperti menanyakan apakah dana akan diberikan kepada pihak ketiga, atau menghubungi keluarga untuk verifikasi. Meskipun lampu hijau (risiko rendah), petugas tetap akan memantau perilaku nasabah.
Sejak penandatanganan kerja sama pada 16 September 2024, CIB dan Nan Shan Life Insurance telah mengimplementasikan berbagai langkah bersama, termasuk menganalisis data hotline anti-penipuan 165. Hingga kini, sistem telah mencegah 5 kasus dengan total nilai sekitar NT$4 juta.
Ke depan, kedua pihak akan terus bekerja sama meluncurkan lebih banyak langkah anti-penipuan untuk melindungi aset masyarakat dan menciptakan lingkungan keuangan yang lebih aman.
Info lebih lanjut: Dasbor Anti-Penipuan 165: https://165dashboard.tw/
Kode QR Dasbor Anti-Penipuan 165 (Gambar/sumber: Situs Biro Investigasi Kriminal, Badan Kepolisian Nasional)
Sumber: Biro Investigasi Kriminal