按下ENTER到主內容區
:::

OOTB Gudang Buku Keliling Hadir di Palembang, Dorong Budaya Membaca Masyarakat

Palembang menjadi salah satu dari tujuh kota penyelenggara OOTB Gudang Buku Keliling 2026 yang menghadirkan buku, lomba dan aktivitas komunitas untuk mendorong budaya membaca.(Foto pedrulito)
Palembang menjadi salah satu dari tujuh kota penyelenggara OOTB Gudang Buku Keliling 2026 yang menghadirkan buku, lomba dan aktivitas komunitas untuk mendorong budaya membaca.(Foto pedrulito)
【Berita Global untuk Penduduk Baru】 /Tim Editorial

Palembang menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Out Of The Book atau OOTB Gudang Buku Keliling Sumatera Selatan 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan buku dan berbagai aktivitas literasi dengan tujuan mendekatkan akses membaca kepada masyarakat melalui konsep yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Duta Literasi Sumatera Selatan, Ratu Tenny Leriva, membuka kegiatan pada 16 Agustus di Taman Budaya Sriwijaya, Palembang. Kota tersebut menjadi salah satu dari tujuh kota di Indonesia yang menjadi tuan rumah OOTB Gudang Buku Keliling tahun ini.

Pembukaan juga dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Forkopimda, perwakilan instansi terkait, serta pegiat dan komunitas literasi.

Ratu mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan buku yang diinginkan, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan minat membaca dan memperkuat budaya literasi bagi berbagai kelompok usia.

Berdasarkan informasi penyelenggara, OOTB Gudang Buku Keliling menghadirkan sekitar 20 juta pilihan buku dari berbagai genre yang berasal dari 100 penerbit ternama, termasuk koleksi buku best seller.

Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai promo bundling, lomba dan aktivitas komunitas yang dikemas untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan literasi.

Ratu berharap kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus mendukung peningkatan indeks literasi Sumatera Selatan.

Ia juga menekankan bahwa penguatan budaya literasi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, keterlibatan pemerintah, penyelenggara, penerbit dan komunitas dinilai penting untuk membangun ekosistem literasi yang inklusif, menyenangkan dan mudah diakses masyarakat.

Berita Populer

回到頁首
Loading