Banyak orang merasa bahwa meskipun belum memasuki usia ketika metabolisme biasanya melambat, tubuh mereka tidak lagi terasa ringan seperti sebelumnya. Berat badan menjadi sulit turun, mudah lelah, serta muncul keluhan seperti tangan dan kaki dingin, rambut rontok, kondisi kulit tidak stabil, atau sembelit. Ahli gizi Kao Min-Min melalui laman penggemarnya menjelaskan bahwa gejala-gejala ini bisa menjadi tanda metabolisme yang mulai melambat.
Ketika efisiensi metabolisme menurun, tubuh membakar lebih sedikit kalori setiap hari. Meski pola makan relatif sama, kelebihan energi lebih mudah disimpan sebagai lemak. Pasokan energi yang tidak optimal menyebabkan kelelahan dan berkurangnya konsentrasi, sementara sirkulasi yang melemah dapat menimbulkan rasa dingin dan pembengkakan. Metabolisme yang lambat juga memengaruhi pergerakan usus serta memperlambat proses perbaikan kulit dan kulit kepala.
Penyebabnya antara lain massa otot yang rendah, kebiasaan duduk terlalu lama, kurang tidur, dan tingkat stres yang tinggi. Kao Min-Min juga mengingatkan bahwa sejak usia sekitar 30 tahun, laju metabolisme dasar akan menurun secara bertahap, dan tanpa penyesuaian pola makan serta aktivitas, perubahan fisik akan semakin terasa.
Untuk memperbaiki metabolisme, ia menyarankan setiap makan mengandung protein yang cukup, memilih makanan tinggi serat dan alami, menjaga asupan cairan, serta menghindari diet ekstrem. Aktivitas seperti latihan kekuatan, berjalan lebih aktif, menjaga tidur teratur, dan mengelola stres juga membantu metabolisme kembali stabil. Ia menegaskan bahwa perbaikan metabolisme adalah proses jangka panjang melalui kebiasaan hidup yang berkelanjutan.
(Sumber: Halaman Penggemar Ahli Gizi Kao Min-Min)