按下ENTER到主內容區
:::

Terowongan Labu Tamsui di Kota New Taipei Lebih dari 400 Meter, 30 Jenis Labu Hias Dibuka untuk Dikunjungi hingga Akhir Mei

Terowongan labu Tunshan di Tamsui memiliki panjang lebih dari 400 meter dan tersusun dari 9 rangka tanaman. Tempat ini dibuka gratis hingga akhir Mei. (Foto / Pemerintah Kota New Taipei)
Terowongan labu Tunshan di Tamsui memiliki panjang lebih dari 400 meter dan tersusun dari 9 rangka tanaman. Tempat ini dibuka gratis hingga akhir Mei. (Foto / Pemerintah Kota New Taipei)

Bulan Mei memasuki musim labu di Tamsui. Warga dapat ke Kelurahan Tunshan untuk melihat terowongan labu sepanjang lebih dari 400 meter dan membeli labu kuning sesuai kondisi penjualan di lokasi. Lahan dengan rangka tanaman ini dibuka hingga akhir Mei, memiliki 9 terowongan, labu kuning, serta lebih dari 30 jenis labu hias. Pengunjung dapat masuk gratis, tetapi tidak boleh memetik buah atau menarik tanaman.

Terowongan labu berada di lahan pertanian sekitar Jalan Danjin Seksi 5, Kelurahan Tunshan, Distrik Tamsui. Tempat ini awalnya merupakan lahan labu kuning. Saat buah tumbuh memenuhi rangka, kawasan ini menjadi lokasi kunjungan musiman. Di dalamnya terdapat labu bermotif seperti kulit semangka, labu berbintil, dan labu Wufu, dengan bentuk berbeda dari labu konsumsi yang umum dijual.p1Di dalam terowongan ditanam labu kuning untuk dimakan dan lebih dari 30 jenis labu hias dengan bentuk dan warna beragam. Pengunjung tidak boleh memetik sembarangan. (Foto / Pemerintah Kota New Taipei)

Pengunjung yang ingin mengambil foto rangka labu atau membeli labu kuning perlu memperhatikan jadwal musim dan kondisi penjualan di lokasi. Asosiasi Petani Distrik Tamsui tahun ini memasang dinding foto di sepanjang terowongan untuk berfoto. Supermarket asosiasi petani juga menjual labu dan produk terkait, dengan beberapa produk labu mendapat diskon hingga 20%.

Terowongan labu bukan hanya tempat berfoto, tetapi juga memperlihatkan cara budidaya labu kuning Tamsui saat musim panen. Sistem rangka membantu sirkulasi udara, mengurangi hama dan penyakit, serta memudahkan panen. Asosiasi petani membimbing petani memakai sistem ini dan membuka area produksi agar warga lebih mudah mengenal serta membeli hasil pertanian lokal.

Karena area yang dibuka tetap merupakan lahan pertanian, pengunjung sebaiknya tidak menginjak tanaman, menarik sulur, atau memetik buah sembarangan, agar tidak memengaruhi panen berikutnya dan kunjungan orang lain. Sebelum berangkat, pengunjung dapat memperhatikan cuaca karena jalur di lahan pertanian lebih sulit dilalui setelah hujan.

Berita Populer

回到頁首
Loading