Sebanyak 292 calon jemaah haji asal Lumajang, Jawa Timur, memutuskan menunda keberangkatan ke Tanah Suci pada tahun 2026 karena belum mampu melunasi biaya haji.
Pihak Kementerian Agama Republik Indonesia melalui kantor wilayah setempat menyebutkan bahwa data tersebut telah dilaporkan dalam dua tahap, yakni 143 jemaah pada laporan pertama dan 149 jemaah pada laporan kedua.
Kepala kantor setempat menjelaskan bahwa para calon jemaah secara resmi telah mengajukan penundaan karena keterbatasan finansial. Pihaknya menegaskan tidak akan memaksakan pelunasan dan memberikan fleksibilitas bagi jemaah untuk berangkat pada tahun berikutnya.
Faktor ekonomi dinilai menjadi penyebab utama, di mana sebagian calon jemaah belum memiliki dana yang cukup untuk menyelesaikan pembayaran biaya haji.
Meski demikian, sebanyak 1.256 calon jemaah haji dari Lumajang tetap dijadwalkan berangkat pada tahun 2026. Mereka akan diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada 16 Mei 2026, sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
Pemerintah daerah berharap seluruh proses keberangkatan dapat berjalan lancar, aman, dan tertib sesuai jadwal yang telah ditetapkan.