Permintaan “verifikasi bank” melalui ATM dapat menjadi tanda penipuan belanja daring. Seorang pria di Kabupaten Taitung menerima telepon dari orang yang menyamar sebagai pegawai bank dan menuju ATM di minimarket. Seorang polisi wanita yang sedang berbelanja melihat kejanggalan dan menghentikannya sebelum uangnya hilang.
Pria itu tampak tergesa-gesa saat berbicara melalui telepon dan berulang kali menyebut “verifikasi bank”. Ia sebelumnya berbelanja daring, lalu penelepon mengklaim transaksi harus diverifikasi melalui ATM, sesuai pola penipuan belanja yang umum.
Polisi wanita tersebut meminta nama bank, identitas, jabatan dan informasi kontak penelepon. Namun, penelepon menghindari pertanyaan dan menutup telepon setelah mengetahui identitas yang berbicara adalah polisi. Korban pun menyadari adanya kejanggalan dan memastikan bahwa panggilan tersebut bukan layanan bank resmi sebelum sempat melakukan transaksi di ATM.
Penipuan semacam ini memanfaatkan riwayat belanja daring dan menyamar sebagai penjual, layanan pelanggan atau pegawai bank. Pelaku menciptakan kepanikan dengan alasan pembayaran gagal, pengaturan harus dibatalkan, rekening perlu diverifikasi atau akses harus diaktifkan. Permintaan menggunakan ATM dan penolakan memberikan identitas pekerjaan menjadi petunjuk utama.
Bank tidak meminta nasabah melalui telepon untuk memverifikasi rekening lewat ATM. Jika menerima telepon serupa setelah berbelanja daring, hubungi bank secara langsung. Hotline Antipenipuan 165 dan nomor 110 juga dapat digunakan untuk memeriksa panggilan mencurigakan.