按下ENTER到主內容區
:::

Banjir berkepanjangan rendam wilayah Tanjung Pura, warga bertahan di lantai dua dan kesulitan logistik

Suasana posko mandiri yang dibangun Mahyudi (43) bersama keluarganya di Jalan T Amir Hamzah, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada Kamis (FotoKOMPAS.com/GOKLAS WISELY)
Suasana posko mandiri yang dibangun Mahyudi (43) bersama keluarganya di Jalan T Amir Hamzah, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada Kamis (FotoKOMPAS.com/GOKLAS WISELY)

Banjir dengan ketinggian sekitar 60 sentimeter masih menggenangi Jalan Pemuda, Kelurahan Pekan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Kamis (4/12/2025). Permukiman di sekitar lokasi turut terdampak. Sejumlah warga tetap beraktivitas melalui genangan menggunakan sepeda motor, sepeda, mobil, dan truk, sementara sebagian lainnya berjalan kaki sambil membawa kebutuhan pokok.

Penduduk yang bermukim di sepanjang jalan terlihat menyelamatkan barang berharga. Anak-anak tampak bermain air, sementara beberapa warga mencuci peralatan rumah tangga di genangan. Sebagian besar keluarga yang memiliki rumah bertingkat memilih mengungsi di lantai dua dan bertahan dengan persediaan terbatas selama sembilan hari terakhir.

Junaidi (38), salah seorang warga, menyebut air mulai memasuki rumahnya sejak Kamis (27/11/2025) dengan ketinggian mencapai sekitar 80 sentimeter. Ia mengungsi ke lantai dua bersama istri, anak, dan dua karyawan. Menurutnya, bantuan sejauh ini lebih banyak berasal dari komunitas, mahasiswa, dan pihak swasta, sedangkan bantuan dari pemerintah belum diterimanya. Air bersih diperoleh dari mobil tangki yang berkeliling setiap sore.

Junaidi mengungkapkan bahwa kebutuhan pokok seperti beras, telur, dan gas elpiji semakin sulit ditemukan. Keluarganya harus menghemat penggunaan gas dan menyesuaikan menu makanan setiap hari. Ia berharap pemerintah dapat menyalurkan bantuan secara lebih merata serta lebih sigap merespons informasi potensi bencana.

Selain Jalan Pemuda, banjir juga merendam kawasan Jalan Perjuangan. Mahyudi (43), warga lainnya, menyebut banjir kali ini merupakan yang terbesar selama 12 tahun tinggal di Tanjung Pura. Ia dan keluarganya mengungsi ke ruko milik kerabat di Jalan T Amir Hamzah. Bersama 7 kepala keluarga lainnya, sekitar 40 orang tinggal bersama dengan alas tikar dan selimut seadanya.

Mahyudi menuturkan bahwa rumahnya masih tergenang hingga setinggi dada, sekitar 70 sentimeter. Ia berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul yang jebol serta melakukan pengerukan sungai untuk mengurangi risiko banjir berulang.

Berita Populer

回到頁首
Loading