按下ENTER到主內容區
:::

Pemerintah Verifikasi Kabar 8 WNI Diduga Direkrut Angkatan Bersenjata Rusia

Kemhan menyatakan pemerintah masih memverifikasi kabar delapan WNI diduga direkrut angkatan bersenjata Rusia, termasuk identitas, proses perekrutan dan bentuk keterlibatan mereka. (Foto AlexVog)
Kemhan menyatakan pemerintah masih memverifikasi kabar delapan WNI diduga direkrut angkatan bersenjata Rusia, termasuk identitas, proses perekrutan dan bentuk keterlibatan mereka. (Foto AlexVog)

Kementerian Pertahanan menyatakan pemerintah masih memverifikasi informasi mengenai delapan warga negara Indonesia yang diduga direkrut untuk bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia.

Kepala Biro Informasi dan Hubungan Masyarakat Kemhan Brigjen TNI Rico Sirait pada 2 September mengatakan verifikasi dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, perwakilan Republik Indonesia di luar negeri serta kementerian dan lembaga terkait.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan identitas, status kewarganegaraan, proses perekrutan dan bentuk keterlibatan WNI yang disebut dalam informasi tersebut.

Rico menegaskan pemerintah belum dapat menyimpulkan bagaimana para WNI itu direkrut ataupun bentuk penugasan mereka karena proses verifikasi masih berlangsung.

Apabila nantinya terbukti terdapat WNI yang bergabung dengan angkatan bersenjata negara asing, menurut Kemhan, tindakan tersebut merupakan keputusan individual dan tidak mencerminkan kebijakan maupun posisi Pemerintah Indonesia.

Konsekuensi hukum akan ditentukan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, fakta yang telah diverifikasi serta prosedur hukum yang berlaku.

Informasi mengenai delapan WNI tersebut sebelumnya berasal dari laporan Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina yang dipublikasikan melalui Telegram pada 27 Agustus.

Menurut laporan media berikutnya, lembaga Ukraina itu mengklaim memperoleh dokumen yang menunjukkan delapan WNI direkrut oleh angkatan bersenjata Rusia dalam konteks perang melawan Ukraina.

Namun, informasi tersebut hingga kini belum dikonfirmasi secara independen oleh Pemerintah Indonesia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang juga mengatakan pemerintah terus melakukan verifikasi melalui perwakilan RI dan berkoordinasi dengan kementerian serta lembaga terkait.

Selain memastikan apakah ada WNI yang benar-benar bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia, pemerintah juga akan mendalami kemungkinan adanya penipuan, eksploitasi atau perekrutan melalui tawaran pekerjaan yang tidak sesuai dengan tujuan sebenarnya.

Hingga saat ini belum ada hasil verifikasi akhir, sehingga identitas, mekanisme perekrutan dan bentuk keterlibatan para WNI tersebut masih menunggu konfirmasi resmi.

Berita Populer

回到頁首
Loading