Mentimun adalah sayuran yang ramah bagi saluran pencernaan, cocok untuk meredakan sembelit atau mengontrol berat badan. Sayuran ini kaya akan vitamin K, kalium, sedikit vitamin C, serta antioksidan alami seperti quercetin dan asam kafeat, yang bermanfaat bagi kesehatan usus. Selain itu, mentimun termasuk dalam kategori buah dan sayuran rendah FODMAP. Setelah dikupas dan dibuang bijinya, sebagian besar penderita iritasi usus (IBS) atau IBD dapat mengonsumsinya dengan aman.
Selain mudah dibudidayakan dan bentuknya menarik, mentimun mengandung sekitar 95% air serta serat makanan larut, yang membantu menjaga kelembapan usus, melunakkan tinja, dan mengatasi sembelit. Setiap 100 gram mentimun hanya mengandung sekitar 13 kalori, sehingga cocok untuk diet rendah lemak. Mentimun juga bisa diolah menjadi hidangan penyegar musim panas, baik sebagai salad maupun tumis ringan, sangat cocok dikonsumsi saat cuaca panas dan nafsu makan menurun.
Mentimun mengandung sekitar 95% air dan serat pangan yang larut dalam air.
Mentimun yang sudah dikupas dan dibuang bijinya umumnya aman untuk penderita gangguan pencernaan, namun kulit mentimun sebenarnya mengandung antioksidan tinggi. Jadi, jika sudah dicuci bersih, sebaiknya tetap dikonsumsi bersama kulitnya. Jika khawatir tentang residu pestisida, disarankan memilih mentimun organik atau dari petani lokal. Namun, karena mentimun bersifat &ldquodingin&rdquo, bagi mereka yang memiliki lambung sensitif atau mudah diare, sebaiknya direbus ringan selama 10 detik sebelum dikonsumsi. Selain itu, acar mentimun sering kali mengandung bawang dan bawang putih yang tinggi FODMAP, sehingga penderita IBS perlu berhati-hati.