按下ENTER到主內容區
:::

Penipuan Musim Lapor Pajak Kembali Muncul, Email Palsu Mengatasnamakan Kementerian Dalam Negeri Menipu Warga untuk Memperbarui Sertifikat Digital

Biro Investigasi Kriminal mengingatkan masyarakat agar tidak mengklik tautan tidak jelas maupun email phishing(Foto envato/mohdizzuanbinroslan)
Biro Investigasi Kriminal mengingatkan masyarakat agar tidak mengklik tautan tidak jelas maupun email phishing(Foto envato/mohdizzuanbinroslan)

Selama musim pelaporan pajak bulan Mei, banyak warga menerima email yang mengatasnamakan pembaruan “sertifikat digital warga”. Email tersebut menyebutkan bahwa jika pembaruan tidak dilakukan dalam waktu 48 jam, maka pelaporan pajak atau layanan pemerintah daring dapat terdampak. Biro Investigasi Kriminal mengingatkan bahwa email tersebut sebenarnya merupakan phishing yang mengatasnamakan Kementerian Dalam Negeri atau pusat pengelolaan sertifikat digital untuk menipu warga agar mengeklik tautan mencurigakan, mengunduh program, atau memasukkan data pribadi.

Polisi menjelaskan bahwa email penipuan biasanya menggunakan kalimat seperti “pemberitahuan pembaruan keamanan darurat”, “segera login”, atau “jika tidak diperbarui akan memengaruhi pelaporan pajak” untuk menciptakan tekanan psikologis. Penipu juga menggunakan nama lembaga pemerintah dan sertifikat digital warga agar lebih mudah dipercaya. Belakangan juga ditemukan situs palsu yang mengarahkan warga mengunduh “HiCOS Client Card Management Tool”, sehingga meningkatkan risiko kebocoran data pribadi.

Biro Investigasi Kriminal menyatakan bahwa sertifikat digital warga digunakan untuk pelaporan pajak, pengecekan asuransi kesehatan dan ketenagakerjaan, serta berbagai layanan pemerintah daring lainnya. Jika data bocor, hal itu dapat memicu risiko penyalahgunaan identitas atau rekening keuangan. Polisi mengingatkan bahwa lembaga pemerintah tidak akan meminta warga memperbarui sertifikat atau memasukkan data pribadi melalui email mencurigakan. Jika menerima pesan mencurigakan, warga disarankan mengakses situs resmi secara langsung atau menghubungi hotline anti-penipuan 165 untuk verifikasi.

Berita Populer

回到頁首
Loading