按下ENTER到主內容區
:::

Penjualan mobil baru stagnan, riset ungkap masalah utama ada pada daya beli

Booth merek otomotif di GIIAS Makassar 2025.(Foto Aditia Noviansyah/kumparan)
Booth merek otomotif di GIIAS Makassar 2025.(Foto Aditia Noviansyah/kumparan)

Stagnasi penjualan mobil baru di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir dinilai bukan semata akibat turunnya minat masyarakat. Peneliti LPEM FEB UI, Syahda Sabrina, menilai akar persoalan justru terletak pada semakin lebarnya jarak antara harga mobil dan kemampuan beli rumah tangga.

Menurutnya, pertumbuhan pendapatan masyarakat tidak mampu mengejar kenaikan harga kendaraan. Pergerakan upah riil yang lebih lambat dibanding inflasi memperlebar kesenjangan antara harga mobil dan daya beli konsumen, sehingga menciptakan masalah keterjangkauan yang serius.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi target pemerintah yang menargetkan penjualan mobil baru mencapai 2 juta unit pada 2030. Data SUSENAS menunjukkan bahwa hanya sekitar 13 persen rumah tangga Indonesia yang belum memiliki mobil, sehingga potensi pembeli mobil pertama relatif terbatas.

Dengan basis first car buyer yang kecil, opsi yang lebih realistis adalah mendorong konsumen beralih dari pasar mobil bekas ke mobil baru. Namun, pergeseran ini sangat bergantung pada faktor harga. Syahda menegaskan bahwa kesenjangan harga antara mobil baru dan bekas perlu diperkecil agar minat konsumen dapat berubah.

Melalui survei terhadap calon pembeli mobil, LPEM FEB UI menguji dua skenario: penurunan harga mobil baru dan kenaikan harga mobil bekas. Hasilnya menunjukkan bahwa penurunan harga mobil baru jauh lebih efektif. Ketika harga mobil baru disimulasikan turun sekitar 10 persen, sebanyak 27 persen responden yang semula memilih mobil bekas menyatakan siap beralih ke mobil baru. Sebaliknya, kenaikan harga mobil bekas hanya mendorong pergeseran sekitar 15 persen.

Analisis data sekunder juga menguatkan temuan ini. Setiap penurunan harga mobil baru sebesar 1 persen berpotensi meningkatkan permintaan, meskipun dampaknya bervariasi antar segmen kendaraan. Temuan ini menegaskan bahwa kebijakan harga menjadi kunci dalam menggerakkan kembali pasar otomotif nasional.

Berita Populer

回到頁首
Loading