Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Cardiovascular Disorders menunjukkan bahwa selain durasi dan kualitas tidur, konsistensi waktu tidur juga berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung. Orang berusia 40 hingga 60 tahun yang tidur pada jam berbeda setiap malam diketahui memiliki risiko penyakit kardiovaskular lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki jadwal tidur tetap.
Penelitian yang dilakukan oleh University of Oulu tersebut melibatkan 3.231 peserta yang seluruhnya berusia 46 tahun saat penelitian dimulai. Pola tidur dan kondisi kesehatan mereka dipantau melalui catatan medis selama 10 tahun.
Selama masa penelitian, tercatat 128 peserta mengalami kejadian kardiovaskular serius, termasuk angina tidak stabil, stroke, gagal jantung, dan kematian akibat penyakit jantung. Setelah memperhitungkan faktor lain seperti indeks massa tubuh (BMI) dan kadar kolesterol, peneliti tetap menemukan hubungan antara jadwal tidur yang tidak teratur dan meningkatnya risiko penyakit jantung.
Risiko tersebut meningkat hingga sekitar dua kali lipat pada peserta yang memiliki jadwal tidur tidak teratur sekaligus tidur kurang dari delapan jam setiap malam. Sebaliknya, penelitian tidak menemukan hubungan yang jelas antara waktu bangun yang berubah-ubah dengan risiko penyakit kardiovaskular.
Para ahli menjelaskan bahwa tubuh bekerja mengikuti ritme sirkadian yang mengatur pola tidur, hormon, denyut jantung, dan tekanan darah. Perubahan jam tidur secara terus-menerus dapat mengganggu ritme biologis tersebut sehingga memengaruhi kesehatan jantung.