Untuk memperdalam pendidikan etnis di sekolah dan membantu siswa mengenal budaya masyarakat adat melalui kehidupan sehari-hari, Pusat Sumber Daya Pendidikan Masyarakat Adat Kota Taichung menyelenggarakan pameran keliling sekolah bertajuk “Wujud Asli – Masyarakat Adat dalam Pandangan Anak” sejak pertengahan Januari. Pameran ini berlangsung hingga pertengahan Juni dan digelar secara bergilir di tujuh sekolah dasar dan menengah pertama, dengan sudut pandang anak sebagai inti kurasi, mengajak siswa keluar dari kerangka pandang orang dewasa dan memahami keberagaman masyarakat adat secara lebih nyata.
Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Taichung menyampaikan bahwa pameran ini menggabungkan tampilan statis, pengalaman interaktif, dan karya kreatif siswa. Lokasi pameran umumnya berada di perpustakaan sekolah atau ruang publik di lingkungan sekolah, sehingga budaya masyarakat adat dapat terintegrasi secara alami dalam kehidupan sekolah sehari-hari.
Konten pameran mencakup gambaran persebaran masyarakat adat di Taiwan, motif tradisional, dan cerita budaya. Karya gambar dan tulisan siswa menampilkan bagaimana anak-anak memahami dan membayangkan budaya masyarakat adat. Area pengalaman interaktif menyediakan kegiatan seperti pembuatan kartu ucapan bermotif, mendorong siswa untuk mengeksplorasi makna budaya secara aktif melalui praktik langsung.
Pameran keliling ini diselenggarakan secara bertahap di SD Wenxin Distrik Beitun, SMP Waipu, SMP Shalu, SMP Wanhe, SD Chenggong Distrik Timur, SMP Gongming, dan SMP Chongde. Kepala SD Wenxin, Ko Chih-ming, menyatakan bahwa pameran ini membantu siswa mengenal persebaran dan ciri motif dari 16 kelompok masyarakat adat, serta melalui pengalaman seperti mencetak motif dan mencoba busana tradisional, siswa dapat mendekatkan diri dengan budaya masyarakat adat dan menumbuhkan sikap saling menghormati dalam keberagaman.
Dinas Pendidikan menambahkan bahwa format pameran keliling memungkinkan siswa dari berbagai jenjang usia untuk berpartisipasi, menunjukkan hasil nyata pelaksanaan pendidikan masyarakat adat di sekolah, serta mendorong berbagi sumber daya pendidikan antar sekolah, sehingga pemahaman antar etnis dan dialog budaya di lingkungan sekolah dapat terus diperdalam.