img
:::

Siswa Penduduk Baru dan Sang Ibu Hidup Bersama, Bekerja Keras Mendapatkan Beasiswa dari Universitas National Taiwan

Universitas Nasional Taiwan setiap tahun mengadakan Upacara Penghargaan Beasiswa. Sumber: Universitas Nasional Taiwan
Universitas Nasional Taiwan setiap tahun mengadakan Upacara Penghargaan Beasiswa. Sumber: Universitas Nasional Taiwan
Berita Global untuk Penduduk Baru】Penerjemah/ Heni Wang

Berita Global untuk Penduduk Baru】Menurut laporan 4waynews, Universitas Taiwan baru-baru ini mengadakan upacara penghargaan beasiswa. Seorang mahasiswa dari fakultas sains dan teknik, Zhang Jiachun (張嘉淳) naik ke panggung untuk memberikan pidato, dia mengungkapkan bahwa dia melarikan diri bersama ibunya dari kekerasan dalam rumah tangga ketika dia masih umur 3 tahun, sampai masuk SD baru mendapatkan tempat tinggal layak. Sekarang menjabat sebagai wakil ketua Layanan Tunawisma, berusaha keras hingga mendapatkan pengakuan dari sekolah.

Baca juga : Gaya Didik dan Asuh Bapak Taiwan dan Bapak Luar Negeri, Apa Aja Sih Bedanya?

Mahasiswa Indonesia generasi kedua penduduk baru bekerja keras untuk mendapatkan beasiswa dari Universitas National Taiwan. Sumber: Universitas Nasional Taiwan

Mahasiswa Indonesia generasi kedua penduduk baru bekerja keras untuk mendapatkan beasiswa dari Universitas National Taiwan. Sumber: Universitas Nasional Taiwan

Universitas Nasional Taiwan mengadakan Upacara Penghargaan Beasiswa Tahun Akademik 2021. Sebanyak 11 jenis beasiswa diberikan kepada 297 siswa. Zhang Jiachun (張嘉淳), mendapatkan penghargaan Guidelines for Mrs. May Jen Scholarship (任江履昇女士清寒獎學金), mewakili dari negara Taiwan berbagi perjalanannya hidupnya. Dia mengungkit bahwa ibunya berasal dari Indonesia, datang ke Taiwan menikah tetapi mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Dia yang tidak tahan dengan KDRT, suatu malam ketika berusia 3 tahun, ibunya membangunkan dia dan saudara perempuannya, mengenakan mantel tebal satu demi satu, pergi meninggalkan  tempat kekerasan itu.

Awalnya, sang ibu berpikir bahwa saat dia melarikan diri dari keluarga itu, terlepas dari KDRT. Tidak disangka bahwa meskipun ibunya memiliki gelar sarjana, dia tidak dapat menemukan pekerjaan dengan gaji lebih tinggi di Taiwan setelah perceraian, dan hanya bisa tinggal berpindah-pindah bersama anak-anaknya. Dia pernah tinggal di tempat penampungan, lantai dua pabrik makanan, dan ruang bawah tanah sebuah toko sarapan. Sampai saat Zhang Jiachun (張嘉淳) masuk sekolah dasar baru memiliki tempat tinggal yang tetap. Selama masa ini, mereka menerima bantuan dari kelompok sosial dan mulai berdiri lagi dari keterpurukan.

Baca juga: Program Harmoni Vaksinasi COVID-19 Bagi Warga Asing

Pertukaran SIM antara Taiwan dan Inggris berlaku mulai Tahun Baru 2022. Sumber: Universitas Nasional Taiwan

Pertukaran SIM antara Taiwan dan Inggris berlaku mulai Tahun Baru 2022. Sumber: Universitas Nasional Taiwan

Karena pengalaman ini, Zhang Jiachun (張嘉淳) sangat ingin masuk ke dunia masyarakat sejak dini. Di sekolah menengah, dia dan teman-teman sekelasnya mengumpulkan dana untuk mengadopsi anak-anak yang kurang beruntung. Dia juga pergi ke Filipina sebagai sukarelawan internasional. Dibahwa bimbingan profesor di Universitas Nasional Taiwan, ia menggunakan kotoran sapi untuk meningkatkan kesuburan tanah setempat, membantu penduduk setempat membangun rumah.

Pengalaman terlantarnya sejak kecil menyebabkan Zhang Jiachun (張嘉淳) memberikan perhatian khusus pada isu "tunawisma" setelah masuk Universitas Nasional Taiwan. Ikut masuk ke dalam organisasi pelayanan tunawisma, setiap tahun memberi sumbangan ke orang jalanan.

Orang baik hati yang tidak disebutkan namanya membimbing kehidupan Zhang Jiachun (張嘉淳) ke jalur yang benar. Dia mengatakan bahwa dia ingin meneruskan kebaikan ini di masa depan, dan memberikan kepada masyarakat dengan tindakan, sehingga orang lain yang memiliki pengalaman serupa dengannya bisa mendapatkan beberapa kehangatan.

Respon Pertama

Berita Populer

回到頁首icon
Loading