img
:::

Amerika Serikat Telah Menciptakan Robot yang Bisa Berkeringat untuk Mengukur Risiko Kematian yang Mungkin Dihadapi Manusia Ketika Terpapar Suhu Tinggi

Peneliti di Amerika Serikat telah mengembangkan robot berbentuk manusia untuk mengukur dampak suhu tinggi terhadap tubuh manusia.  (Sumber foto : Agence France-Presse)
Peneliti di Amerika Serikat telah mengembangkan robot berbentuk manusia untuk mengukur dampak suhu tinggi terhadap tubuh manusia. (Sumber foto : Agence France-Presse)

Dunia sedang dilanda gelombang panas, di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat, suhu telah melebihi 43 derajat Celcius selama 22 hari berturut-turut. Oleh karena itu, peneliti di Amerika Serikat menggunakan gelombang panas ini sebagai kesempatan untuk memperkenalkan robot yang dapat berkeringat. Ini membantu ilmuwan memahami risiko mematikan yang dapat disebabkan oleh paparan suhu tinggi pada manusia.

Robot tersebut dilengkapi dengan 35 zona sensor independen, memiliki kemampuan untuk bernafas dan mengeluarkan keringat.

(Sumber foto : Agence France-Presse)

Para peneliti di Amerika Serikat telah mengembangkan robot humanoid bernama "Advanced Newton Dynamic Instrument (ANDI)". Meskipun robot ini menyerupai manekin uji tabrak mobil, kulitnya terbuat dari resin epoksi dan serat karbon. ANDI dilengkapi dengan sensor yang mampu mengukur panas yang dikeluarkan oleh tubuhnya. Selain itu, robot ini memiliki sistem pendingin internal dan pori-pori yang memungkinkan robot untuk 'bernafas' dan 'berkeringat'. Dengan 35 zona sensorik yang berbeda pada tubuhnya, ANDI dapat mensimulasikan cara manusia berkeringat, terutama di bagian punggung yang cenderung lebih banyak berkeringat.

Dapat melalui metode eksperimen yang sangat realistis dengan robot ini untuk mengukur dampak apa yang dapat terjadi pada tubuh manusia di bawah kondisi iklim ekstrem.

(Sumber foto : Agence France-Presse)

Selain itu, ANDI dapat disesuaikan untuk meniru mekanisme regulasi suhu tubuh dari berbagai kelompok usia dan kondisi fisik. Seorang profesor dari Universitas Arizona mengatakan bahwa ANDI adalah model manusia pertama di dunia yang dapat melakukan pengukuran di lingkungan luar. Robot ini memberikan cara yang sangat realistis untuk menguji dampak iklim ekstrem pada tubuh manusia, khususnya saat menghadapi ancaman pemanasan global, di mana ketidakmampuan tubuh untuk mengatur suhu sendiri dapat mengakibatkan suhu tubuh menjadi sangat tinggi.

Artikel lainnya : Asosiasi Imigran Baru Taoyuan Mengadakan Kelas Pelatihan Pelayan Perawatan Gratis

Respon Pertama

Berita Populer

回到頁首icon
Loading