按下ENTER到主內容區
:::

Anak Kucing Hitam Terinfeksi Herpes Kucing, Mata Kanan Tidak Bisa Terbuka-Pulih Setelah Operasi

Feline herpesvirus (FHV-1) adalah virus DNA yang memengaruhi sistem pernapasan bagian atas pada kucing. (Gambar/sumber: Kantor Perlindungan Hewan Kota New Taipei)
Feline herpesvirus (FHV-1) adalah virus DNA yang memengaruhi sistem pernapasan bagian atas pada kucing. (Gambar/sumber: Kantor Perlindungan Hewan Kota New Taipei)

Rumah Penampungan Hewan Zhonghe di Kota New Taipei baru-baru ini menerima seekor anak kucing hitam berusia sekitar 2 hingga 3 bulan bernama &ldquoGigi&rdquo. Anak kucing ini mengalami infeksi virus herpes kucing (FHV-1) yang cukup parah hingga menyebabkan kelopak mata kanan menempel pada konjungtiva. Saat Gigi tumbuh hingga berusia 6 bulan, rumah penampungan mengatur operasi untuk mengatasi kondisinya. Gigi pun berhasil pulih, dan penampilan serta penglihatan mata kanannya secara bertahap kembali normal. Baru-baru ini, Gigi diadopsi oleh seorang pemilik yang penuh kasih, dan memulai hidup barunya yang hangat.

Saat pertama kali tiba di rumah penampungan, Gigi menunjukkan gejala infeksi virus herpes yang parah seperti bersin terus-menerus, mata berair, dan keluarnya cairan dari hidung. Mata kanannya mengalami konjungtivitis yang menyebabkan kelopak mata dan konjungtiva saling menempel. Dokter hewan di penampungan segera memberikan pengobatan berupa obat oral dan salep mata antivirus. Meskipun gejala membaik, mata kanan Gigi hanya bisa terbuka sedikit. Setelah berusia 6 bulan, dokter hewan Chang You-an melakukan operasi pengangkatan adhesi dan rekonstruksi kelopak mata. Berkat perawatan intensif pasca-operasi, mata kanan Gigi akhirnya pulih sepenuhnya dan bisa terbuka lebar, dengan fungsi penglihatan yang kembali baik.Karena infeksi herpes kucing yang parah, kelopak mata kanan Gigi menempel pada konjungtiva. (Gambar/sumber: Kantor Perlindungan Hewan Kota New Taipei)Karena infeksi herpes kucing yang parah, kelopak mata kanan Gigi menempel pada konjungtiva. (Gambar/sumber: Kantor Perlindungan Hewan Kota New Taipei)

Feline herpesvirus (FHV-1) adalah virus DNA yang menyerang saluran pernapasan bagian atas pada kucing, dan termasuk dalam penyakit inti yang dapat dicegah dengan vaksin. Virus ini sangat berbahaya bagi anak kucing yang sistem imunnya belum berkembang sempurna, dan dalam kasus parah dapat mengancam nyawa. Gejala umum termasuk bersin, pilek, demam, dan nafsu makan menurun. Virus ini juga dapat menyebabkan penyakit mata seperti konjungtivitis dan keratitis, bahkan adhesi antara konjungtiva dan kornea (symblepharon), yang dapat mengganggu penglihatan secara serius. Virus ini hanya menyebar antar kucing, tidak menular ke anjing atau manusia. Oleh karena itu, disarankan agar pemilik hewan memvaksinasi anak kucing mereka untuk mengurangi risiko infeksi.Gigi menjalani operasi pengangkatan adhesi antara kelopak mata dan konjungtiva serta rekonstruksi kelopak mata. (Gambar/sumber: Kantor Perlindungan Hewan Kota New Taipei)Gigi menjalani operasi pengangkatan adhesi antara kelopak mata dan konjungtiva serta rekonstruksi kelopak mata. (Gambar/sumber: Kantor Perlindungan Hewan Kota New Taipei)

Setelah melewati proses perawatan yang panjang dan penuh tantangan, Gigi akhirnya pulih dan mendapatkan keluarga baru. Kisah Gigi ini tidak hanya mengharukan, tetapi juga menjadi pengingat bagi para pemilik hewan untuk lebih memperhatikan kesehatan hewan peliharaan mereka dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

Berita Populer

回到頁首
Loading