Akun Game Ditawarkan Seharga NT$25.000, Polisi Taitung Cegah Penipuan Transaksi Palsu
Akun game yang ditawarkan seharga NT$25.000 hampir membuat seorang warga menjadi korban penipuan, tetapi polisi Guanshan, Taitung, berhasil menghentikan transaksi. Seorang pembeli yang tidak dikenal menawarkan harga tinggi, lalu mengarahkan korban ke platform transaksi yang tidak jelas. Setelah itu, layanan pelanggan palsu meminta korban membayar “biaya pembukaan blokir” sebesar NT$25.000.Setelah mengikuti instruksi, korban mendapat pemberitahuan bahwa akunnya dibekukan. Layanan pelanggan palsu mengatakan biaya tersebut harus dibayar agar dana transaksi dapat dicairkan. Korban sempat ingin meminjam uang dari teman, tetapi merasa curiga dan mendatangi Kantor Polisi Guanshan. Setelah memastikan penipuan, korban menghentikan transfer dan terhindar dari kerugian NT$25.000.Modus ini biasanya dimulai dengan pelaku yang menyamar sebagai pembeli dan menawarkan harga tinggi untuk akun game atau barang virtual. Korban kemudian diminta beralih ke LINE dan membuka tautan platform transaksi yang tidak dikenal. Setelah data diisi, layanan pelanggan palsu dapat mengaku akun dibekukan karena kesalahan atau kredit tidak mencukupi, lalu meminta biaya pembukaan blokir, uang jaminan, atau pembayaran lain.Jika korban menolak membayar, pelaku dapat mengancam dengan pelanggaran kontrak, gangguan transaksi, laporan polisi, atau gugatan untuk memaksa korban mentransfer uang. Situs yang tampak seperti platform resmi atau penjelasan transaksi yang meyakinkan bukan jaminan keamanan. Transaksi normal tidak meminta pembayaran di muka untuk membuka akun.Dalam transaksi akun game, barang virtual, atau produk daring, pesan seperti "akun dibekukan" atau "bayar terlebih dahulu untuk menarik dana" serta permintaan menggunakan tautan asing merupakan tanda bahaya. Jika ragu soal pembayaran, hubungi Hotline Antipenipuan 165 atau 110 untuk verifikasi.