Waktu Konsumsi Kolagen Dapat Disesuaikan dengan Tujuan Kesehatan Masing-Masing
Kolagen menjadi salah satu suplemen yang semakin populer untuk mendukung kesehatan kulit, tulang, sendi, dan kebugaran tubuh. Para ahli menilai bahwa manfaat kolagen dapat diperoleh melalui konsumsi yang konsisten, sementara waktu konsumsi dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu.Ahli gizi Diana Nguyen menjelaskan bahwa konsumsi kolagen pada pagi hari dapat menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mendukung elastisitas kulit maupun kesehatan saluran pencernaan. Waktu tersebut dinilai sesuai untuk dikombinasikan dengan pola makan harian yang teratur.Selain pagi hari, kolagen juga dapat dikonsumsi pada malam hari. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa suplementasi kolagen peptida sebelum tidur berpotensi membantu kualitas tidur dan mendukung fungsi kognitif tertentu pada kelompok peserta yang diteliti.Bagi individu yang rutin melakukan latihan kekuatan, konsumsi kolagen sekitar satu jam sebelum atau sesudah latihan sering direkomendasikan untuk membantu menjaga kesehatan jaringan ikat dan mendukung komposisi tubuh yang lebih baik.Secara umum, para ahli menekankan bahwa konsistensi konsumsi harian lebih penting dibandingkan berfokus pada satu waktu tertentu. Pemilihan jadwal sebaiknya disesuaikan dengan rutinitas dan tujuan kesehatan masing-masing.Di pasaran, kolagen tipe I, II, dan III merupakan jenis yang paling banyak ditemukan. Tipe I berperan penting dalam struktur kulit, rambut, kuku, dan tulang. Tipe II banyak terdapat pada tulang rawan yang mendukung fungsi sendi, sedangkan tipe III berkontribusi terhadap kesehatan pembuluh darah, otot, serta elastisitas kulit.Ahli gizi Ayat Sleymann menjelaskan bahwa kolagen terhidrolisis umumnya lebih mudah dicerna karena telah dipecah menjadi molekul yang lebih kecil. Ia juga menambahkan bahwa vitamin C, tembaga, dan seng merupakan nutrisi pendukung yang membantu proses pembentukan kolagen dalam tubuh.Sebagai panduan umum, kebutuhan kolagen harian berkisar antara 2,5 hingga 10 gram untuk kesehatan umum. Untuk mendukung kesehatan kulit dan rambut, konsumsi sekitar 5 hingga 10 gram per hari sering digunakan, sementara kebutuhan yang berkaitan dengan kesehatan sendi dapat mencapai 10 hingga 15 gram per hari sesuai rekomendasi profesional.