img
:::

Departemen Imigrasi Mengadakan Training Kamp Anak Imigran Baru, dan Melakukan Blind Test Makanan

Zhong Jingkun, direktur Departemen Imigrasi Kementerian Dalam Negeri, dan anak-anak imigran baru melakukan kegiatan menebak nama makanan lezat.  (Sumber foto : Departemen Imigrasi)
Zhong Jingkun, direktur Departemen Imigrasi Kementerian Dalam Negeri, dan anak-anak imigran baru melakukan kegiatan menebak nama makanan lezat. (Sumber foto : Departemen Imigrasi)

Dalam rangka membina anak-anak imigran baru, Departemen Imigrasi menyelenggarakan “Kamp Pelatihan dan Kreasi Lokal Multikultural untuk Anak-anak Imigran Baru”. Sebanyak 42 anak imigran baru direkrut dan diadakan kamp pelatihan selama 5 hari 4 malam di Keelung. Kota Direktur Departemen Imigrasi, Zhong Jingkun juga menghadiri jamuan makan malam khusus multikultural pada hari pertama. Makanan khas eksotis disiapkan saat makan malam, dan Direktur Imigrasi Zhong Jingkun juga berinteraksi dengan anak-anak imigran baru, mencicipi makanan dengan mata tertutup, dan menebak makanan khas negara mana itu.

Zhong Jingkun, direktur Departemen Imigrasi Kementerian Dalam Negeri, mencicipi makanan eksotis dengan mata tertutup.

(Sumber foto : Departemen Imigrasi)

Dalam jamuan makan malam spesial multikultural ini, disiapkan daging babi rebus ala Vietnam, makanan laut dingin ala Thailand, Bak Kut Teh, dan makanan Indonesia. Anak-anak imigran baru mengundang Direktur Imigrasi untuk mencicipinya satu per satu dengan mata tertutup, dan tebak macam-macamnya bersama-sama. Setelah kuliner eksotis, para siswa akan menjelaskan ciri-ciri berbagai makanan lezat, sehingga para tamu dan siswa yang mengikuti kegiatan tersebut akan lebih memahami berbagai makanan eksotis yang mereka nikmati malam itu.

Anak-anak imigrasi baru berbagi pesta multikultural yang dibuat secara lokal.

(Sumber foto : Departemen Imigrasi)

Direktur Imigrasi mengatakan, pelatihan multikultural ini mengundang 42 perempuan imigran baru untuk berpartisipasi. Ia berharap bisa berkunjung ke lokasi dan memahami esensi kreasi lokal. Ia juga berharap anak-anak imigran baru bisa memanfaatkan kampung halamannya dengan baik.

Selama kegiatan, seorang imigran baru mengatakan bahwa dengan mengikuti kamp pelatihan ini dapat menumbuhkan pemahaman diam-diam tentang kerja sama tim, menutupi kekurangannya, dan memahami konteks sejarah kota dan karakteristik budaya dari berbagai negara.

Artikel lainnya : Survei Kebutuhan Hidup Imigran Baru Tahun 2023 Oleh Departemen Imigrasi Akan Dimulai

Respon Pertama

Berita Populer

回到頁首icon
Loading