Dalam menghadapi dinamika kehidupan, setidaknya kita perlu menjalani tiga amalan utama: istikamah, istikharah, dan istighfar.
Istikamah berarti teguh dalam akidah dan konsisten dalam ibadah. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda dalam hadis riwayat Muslim, "Katakanlah, aku telah beriman kepada Allah, kemudian istikamahlah." Ini menunjukkan pentingnya menjaga keteguhan iman dan amal dalam segala kondisi.
Istikharah adalah memohon petunjuk kepada Allah sebelum membuat keputusan. Seorang Muslim hendaknya selalu mempertimbangkan baik buruk sebelum berbicara atau bertindak, serta menyesuaikan dengan nilai agama. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak rugi orang yang istikharah, tidak kecewa orang yang bermusyawarah, dan tidak akan miskin orang yang hidup hemat." (HR Thabrani)
Istighfar adalah bentuk introspeksi diri dan permohonan ampun atas kesalahan. Banyak masalah besar yang kita alami bisa jadi akibat dari dosa pribadi maupun kolektif yang belum disadari dan ditobati. QS Hud:52 menceritakan nasihat Nabi Hud kepada kaumnya untuk bertobat agar diberi keberkahan berupa hujan dan kekuatan tambahan dari Allah.
Ketiga amalan ini merupakan bekal penting untuk menjaga hati tetap bersih, pikiran jernih, dan langkah hidup lebih terarah. Dalam era penuh cobaan ini, istikamah, istikharah, dan istighfar menjadi kunci agar kita tetap kuat dan selamat menghadapi gelombang kehidupan.