Mencicipi anggur adalah sebuah seni. Untuk membiarkan beragam rasa anggur bersinar di lidah, urutan mencicipi sangat penting. Masih terjebak dengan aturan lama "putih dulu baru merah"? Sebenarnya, pembagian sederhana ini tidak lagi memadai bagi para pecinta anggur modern yang lebih selektif. Urutan mencicipi anggur yang tepat memungkinkan setiap tegukan menunjukkan keunggulannya dan memberikan perjalanan rasa yang sempurna.
Keistimewaan mencicipi anggur tidak lagi hanya berdasarkan warna. Secara umum, kita bisa memulainya dari gaya wine&mdashdimulai dari anggur bersoda, lalu anggur putih, anggur rosé, anggur merah, dan terakhir anggur berkadar alkohol tinggi (fortified wine). Urutan ini mencegah anggur yang ringan tertutupi oleh yang berstruktur lebih berat, memastikan setiap jenis anggur menampilkan karakternya dengan baik. 
Anggur bersoda selalu menjadi pembuka terbaik untuk sesi mencicipi. Gelembung yang segar dan rasa yang ringan menciptakan suasana santai. Setelah itu, anggur putih yang segar membantu menyegarkan lidah, disusul oleh rosé sebagai jembatan antara putih dan merah. Kemudian hadir anggur merah yang kaya dengan tanin dan aroma mendalam. Di penghujung, anggur fortified menutup sesi dengan rasa kuat dan berkesan.
Aturannya secara umum adalah mencicipi wine yang ringan terlebih dahulu, lalu lanjutkan ke yang bertekstur lebih kuat. (Gambar/sumber: Heho)
Namun, aturan ini tidaklah mutlak. Saat menghadapi Pinot Gris yang berat dan Beaujolais Nouveau yang ringan, kamu bisa bingung menentukan urutan. Maka, pilihlah berdasarkan "berat rasa di mulut"&mdashminum yang ringan dulu, lalu yang kuat, agar rasa tiap wine tidak terganggu. 
Tingkat kemanisan juga krusial. Karena indera pengecap kita sangat sensitif terhadap rasa manis, jika memulai dari wine manis, wine berikutnya bisa terasa hambar atau pahit. Jadi mulailah dari yang kering, lalu perlahan tingkatkan kemanisan, dan akhiri dengan dessert wine seperti Sauternes yang manis untuk kenangan akhir yang manis.
Tahun pembuatan juga memengaruhi urutan mencicipi. Wine muda biasanya memiliki aroma segar dan struktur ringan, sehingga cocok diminum lebih dahulu. Wine tua yang telah matang menawarkan aroma kompleks dan rasa lebih lembut&mdashideal untuk dinikmati di akhir sebagai penutup yang mendalam. 
Urutan mencicipi yang tepat tidak hanya membantu kamu merasakan karakter tiap wine, tapi juga mencegah kelelahan pada lidah. Dari ringan ke berat, dari kering ke manis, dari muda ke tua&mdashurutan bertahap ini membantu kamu menikmati keindahan tiap lapisan rasa. Ini lebih dari sekadar "putih sebelum merah", inilah esensi sejati dari menikmati wine.
Urutan mencicipi wine bukan sekadar &ldquoputih lalu merah,&rdquo tetapi lebih pada prinsip &ldquodari yang ringan ke yang lebih kuat&rdquo. (Gambar/sumber: Heho)
Tentu saja, preferensi pribadi tetap yang utama. Entah mengikuti aturan atau mengikuti selera sendiri, yang penting adalah menikmati setiap tegukan. Untuk menyegarkan lidah di antara wine, kunyahlah roti tawar tanpa rasa atau minum air agar siap menyambut cita rasa berikutnya. 
Dunia wine sangat kaya dan beragam. Setelah memahami urutan mencicipi yang tepat, siapa pun&mdashbaik pemula maupun penikmat sejati&mdashdapat memasuki dunia wine dengan percaya diri dan menikmati jamuan wine-nya sendiri.